MALANG KOTA – Penjualan jersey Arema FC mengalami peningkatan dalam empat bulan terakhir. Sampai akhir November lalu, 4.500 jersey berhasil dilepas ke pasaran. Diperkirakan, angka tersebut bakal terus bertambah jelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Manajer Arema FC Official Store Tjiptadi Purnomo menjelaskan, penjualan jersey musim ini selalu berada dalam trek positif. Mereka setidaknya menjual 300 sampai 500 kostum setiap bulannya. Rata-rata 30 item terjual setiap harinya.
”Penjualan jersey musim ini lebih stabil setelah sebelumnya sempat tinggi karena momen khusus,” katanya. Pada Agustus lalu, Arema FC Official Store sempat menjual 3.500 jersey selama satu pekan saja. Itu menyusul bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Arema FC ke-38.
Pria yang akrab disapa Adi itu menjelaskan, kostum away menjadi penyumbang penjualan terbesar. Dengan persentase 60 persen, sedangkan 40 persen sisanya berasal dari jersey home. Desain yang simpel dan klasik menjadi alasan Aremania lebih memilih kostum berwarna dominan putih tersebut.
Dia tidak memungkiri dalam tiga bulan ke belakang, momentum besar tidak banyak terjadi. Namun, penjualan mereka tergolong bagus karena berbagai faktor. Salah satu faktornya, kostum tim musim ini diminati para penggemar.
Menurutnya, angka 4.500 itu belum termasuk penjualan merchandise yang terjual. Dia mengungkapkan kalau t-shirt dan syal juga menjadi item yang paling diminati Aremania. Pihaknya, setidaknya menjual lebih dari 200 merchandise setiap bulan.
Pria asal Malang itu memprediksi, penjualan jersey bakal semakin tinggi saat akhir tahun. Pasalnya, banyak pelanggan yang menghabiskan libur Natal dan Tahun Baru di Kota Malang. Selain itu, masa libur siswa setelah ujian tengah semester juga akan dimanfaatkan untuk mendongkrak penjualan.
”Kami juga bakal membuka diskon akhir tahun agar bisa lebih menarik minat,” tambah dia. Singo Edan tidak hanya mengincar penjualan langsung maupun lewat E-commerce Arema FC Official Store saja. Namun memberi kesempatan reseller menjual produk klub di pusat oleh-oleh Kota Malang maupun Kota Batu. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho