Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Arema FC Masih Lemah Antisipasi Bola Mati

Aditya Novrian • Kamis, 25 Desember 2025 | 17:15 WIB
SIGA P: Kiper Arema FC Lucas Frigeri dibantu Luiz Gustavo (kiri) mengamankan bola dari pemain Madura United Jordy Whermann di Staion Kanjuruhan, Kabupaten Malang pada Selasa sore (23/12).
SIGA P: Kiper Arema FC Lucas Frigeri dibantu Luiz Gustavo (kiri) mengamankan bola dari pemain Madura United Jordy Whermann di Staion Kanjuruhan, Kabupaten Malang pada Selasa sore (23/12).

KABUPATEN – Hasil imbang yang diraih Arema FC saat menghadapi Madura United menyisakan sejumlah catatan penting bagi tim pelatih. Salah satu pekerjaan rumah utama Singo Edan adalah lemahnya antisipasi terhadap situasi bola mati.

Asisten Pelatih Arema FC Andre Caldas menilai persoalan tersebut harus segera dibenahi agar tidak kembali merugikan tim pada laga-laga berikutnya. Pada pertandingan yang digelar Selasa lalu (23/12), Arema FC kebobolan melalui skema tendangan pojok.

Madura United mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat sepakan Lulinha setelah terjadi kemelut di depan gawang. Lini belakang Singo Edan dinilai kurang sigap dalam mengantisipasi bola liar yang muncul dari situasi tersebut.

”Kami masih kesulitan mengatasi serangan dari set piece,” ujar Andre Caldas dalam sesi konferensi pers seusai pertandingan. Pelatih asal Brasil itu menjelaskan, pemainnya terlihat kebingungan saat menghadapi situasi bola mati karena banyaknya pemain lawan yang berkumpul di kotak penalti dan siap memanfaatkan peluang melalui sundulan maupun sepakan jarak dekat.

Andre menambahkan, masalah tersebut bukan kali pertama dialami Arema FC musim ini. Berdasarkan evaluasi sejak laga awal BRI Super League, Singo Edan kerap kesulitan meredam ancaman dari sepak pojok maupun tendangan bebas. Lemahnya organisasi bertahan membuat lawan lebih mudah menciptakan peluang dari situasi bola mati.

Menurut Andre, persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Pasalnya, banyak tim di BRI Super League yang mengandalkan set piece sebagai salah satu senjata utama mencetak gol. Terlebih, beberapa klub memiliki pemain bertubuh jangkung yang piawai memanfaatkan ruang sempit dan duel udara.

Berangkat dari evaluasi tersebut, Andre Caldas menyiapkan program latihan khusus untuk memperbaiki pertahanan Arema FC dalam satu pekan ke depan. Para pemain, termasuk Luiz Gustavo dan kawan-kawan, dituntut lebih disiplin saat bola mengarah ke area pertahanan. Selain itu, aspek pengambilan keputusan juga menjadi fokus latihan, apakah pemain harus segera melakukan clearance atau tetap menjaga penguasaan bola.

Andre mengakui, pembenahan ini membutuhkan waktu dan proses yang tidak singkat. Kebiasaan dalam melakukan marking dan membaca arah bola harus dibentuk secara konsisten. ”Kami harus bersabar. Skema bertahan yang baik tidak bisa langsung terlihat hasilnya,” katanya.

Sementara itu, bek tengah Arema FC Luiz Gustavo menilai timnya sebenarnya memiliki modal untuk tampil solid saat menghadapi situasi bola mati. Arema FC memiliki sejumlah pemain dengan postur tinggi dan kemampuan duel udara yang cukup baik. ”Yang perlu dibenahi adalah antisipasi bola second ball agar lawan tidak mudah melakukan tendangan lanjutan,” pungkasnya. (zan/adn)

Editor : A. Nugroho
#Arema FC #Laga #Kabupaten Malang #Singo Edan