MALANG KOTA- Skuad Arema FC masih solid. Itu dibuktikan dengan para pemain tim tetap bersatu setelah meraih hasil negatif melawan Persita Tangerang. Kini, penggawa Singo Edan tengah fokus mencari poin yang hilang di Stadion Kapten I Wayan Dipta.
Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro mengatakan, introspeksi dan evaluasi dilakukan elemen tim. Tidak terkecuali Muhammad Rafli yang sempat membuat kesalahan berbuah gol pemain Persita Tangerang ke gawang Lucas Frigeri. Menurutnya, pemain bernomor punggung 24 itu sudah meminta maaf ke pemain, tim pelatih, manajemen setelah laga tunda pekan ke-12, 30 Desember lalu.
” Dia sembari menangis (menyesali hasil laga) langsung meminta maaf di ruang ganti setelah laga. Dalam momentum itu pemain lain memberi semangat,” kata mantan penggawa Persija Jakarta itu. Menurutnya, Rafli mendapatkan dukungan untuk bangkit. Meningkatkan performa dan memperbaiki apa yang jadi kekurangan.
Sebagai mantan pemain, Kuncoro mengetahui betul bagaimana sakitnya tim kalah di kandang. Apalagi dalam situasi tersebut jadi sorotan. Karena itu dia tidak kaget kalau Rafli sampai menangis dan merasa sangat bersalah.
Harapannya, apa yang telah terjadi jadi pembelajaran. Tidak hanya untuk Rafli, tapi seluruh elemen tim. ”Terpenting sekarang bagaimana mentalnya bisa bangkit dari kondisi kemarin dan bisa menunjukkan penampilan bagus,” kata pelatih berlisensi A AFC itu.
Menurutnya, laga melawan Persita tidak bisa diulang. Pertemuan selanjutnya melawan klub berjuluk Pendekar Cisadane itu akan berlangsung pada putaran kedua kompetisi. Arema FC harus fokus menghadapi laga melawan Bali United saat ini.
Klub berjuluk Serdadu Tridatu itu dilihat punya kualitas pemain yang merata. Akan bermain penuh motivasi karena tampil di rumah sendiri. Musim lalu, Arema FC juga kesulitan untuk menang atas Bali United.
”Terlepas dari itu, situasi itu (hari buruk) pernah terjadi atau dirasakan pemain bintang sepak bola manapun,” katanya. Setelah laga melawan Persita, Rafli tidak absen berlatih. Dia mulai kerja keras dalam latihan Kamis lalu (1/1). (zan/gp)
Editor : A. Nugroho