UPAYA Hapkido Kota Malang mempertahankan jumlah medali di Porprov X Jatim 2027 semakin berat. Penyebabnya, 90 persen atlet peraih medali di Porprov Jatim sebelumnya tidak bisa berlaga di kejuaraan mendatang. Akibat itu, tim pelatih Hapkido harus menurunkan mayoritas atlet baru.
Pelatih Hapkido Kota Malang Fandy Alfian Chaniago mengungkapkan, ada dua penyebab mengapa banyak atlet Hapkido tidak bisa tampil di Porprov X 2027. Pertama, atlet mereka sudah lulus dari sekolah menengah dan memprioritaskan bekerja. Kedua, atlet yang direkrut dengan skema mutasi kembali ke daerah asal.
”Praktis hanya ada dua atlet peraih medali saja yang tersisa di sini (tim),” katanya. Meski begitu, Fandy percaya prestasi cabor tetap bisa dipertahankan. Pihaknya sudah menyiapkan perekrutan terbuka yang akan berlangsung pada 8 Februari nanti.
Sejauh ini, terdapat 45 atlet yang sudah mendaftar dengan rentang usia 15 sampai 20 tahun. Mereka yang nanti lolos proses perekrutan akan menjalani satu tahun seleksi. Setiap tiga bulan akan dilakukan ujian sabuk untuk naik ke tingkat lebih tinggi.
Fandy optimistis persiapan tersebut dapat melahirkan atlet-atlet baru yang lebih berkualitas. Dengan usia lebih muda, mereka berpeluang tampil dalam dua hingga tiga edisi Porprov Jatim selanjutnya. ”Kami merekrut atlet putra daerah, sehingga peluang mereka kembali membela Kota Malang sangat besar,” tandasnya.
Selain itu, cabor perlu memberikan kesempatan besar untuk atlet daerah berprestasi. Satu alasannya, potensi atlet Hapkido di Malang cukup besar. (zan/gp)
Editor : Aditya Novrian