RADAR MALANG - Perubahan komposisi lini tengah tidak membuat Matheus Blade kesulitan menyesuaikan diri. Pemain asal Brasil itu merasa mampu berduet dengan siapa saja di pos gelandang. Karena itu, perubahan trio lini tengah Singo Edan dalam empat laga terakhir tak jadi masalah untuknya.
”Saya mengenal dan sudah mengetahui karakter bermain rekan duet saya di lini tengah,” papar pemain bernomor punggung 26 itu. Menurut Blade, proses adaptasi dirinya dengan penggawa Singo Edan lain dan skema permainan tim sudah selesai. Alhasil, mampu saling mendukung dengan penggawa Singo Edan lain.
Selain itu, dia melihat para pemain Arema FC di lini tengah juga banyak membantunya. Bisa berkolaborasi melakukan perubahan posisi. Saling mengisi saat lawan melakukan serangan balik cepat.
Menurutnya, kondisi seperti itu sangat menguntungkan Arema FC. Itu menyusul, memperbanyak opsi strategi tim pelatih. Memudahkan rotasi saat ada penggawa tim mengalami cedera atau berhalangan tampil.
Contohnya, seperti saat melawan Borneo FC Kamis lalu (26/2). Pada waktu itu, Arema FC tidak bisa memainkan Betinho Filho akibat sang pemain cedera. Lalu, pada babak kedua dia bermain dengan rekan duet berbeda.
”Chemistry tim ini sudah semakin kuat. Kami sudah terbiasa dengan perubahan strategi,” terang mantan pemain Amazonas FC itu. Sebagai informasi, saat melawan Persija Jakarta Blade berduet dengan Gustavo Franca, Betinho, Jayus Hariono, Balinsa, Arkhan Fikri. Saat lawan Semen Padang bermain dengan Franca, Valdeci Moreira, Arkhan Fikri, Julian Guevara. (zan/gp)
Disunting kembali oleh: Xeon Rhao Loudra Widadi
Editor : Aditya Novrian