BALI, RADAR MALANG - Stadion Kapten I Wayan Dipta masih belum bersahabat bagi Arema FC. Selama dua musim terakhir berkandang di sana untuk menghadapi Persebaya, Arkhan Fikri dkk selalu gagal meraih kemenangan. Mereka hanya mencatat satu hasil imbang dan satu kekalahan.
Musim lalu, Singo Edan ditahan imbang 1-1. Sementara musim 2023/2024 mereka harus takluk dengan skor tipis 0-1. Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos cukup paham dengan catatan itu. Dia menilai, seretnya gol di kedua tim tersebut menunjukkan kalau mereka bermain dengan disiplin tinggi.
Kedua tim juga tidak ingin menurunkan intensitas permainan. Dia memprediksi bahwa situasi tersebut tidak akan mengalami perubahan nanti sore (28/4). Sebab, timnya saat ini tengah memiliki catatan mentereng di aspek pertahanan. Mereka mencatatkan clean sheet beruntun di tiga laga terakhir. Termasuk menahan imbang pemuncak klasemen Persib Bandung.
”Lini belakang kami sekarang jauh lebih disiplin, rapat, dan solid. Mereka juga menunjukkan semangat bertanding yang bagus ketika menghadapi tekanan lawan,” ujar nakhoda berusia 46 tahun tersebut. Menurut dia, kondisi tersebut dapat memudahkan mereka dalam mengatasi serangan Green Force.
Marcos juga memastikan akan membatasi gerak pemain kunci Persebaya. Menurutnya, penggawa seperti Bruno Moreira dan Francisco Rivera tidak boleh luput dari pandangan lini belakang. Sebab, keduanya bisa menjadi pembeda di jalannya laga.
Selain aspek bertahan, dia juga sudah melatih Gabriel Silva dkk agar lebih konsisten saat melakukan serangan balik cepat. Itu dilakukan karena Persebaya dikenal memiliki pertahanan yang kokoh dan kerap memutus serangan sebelum lawan mencapai sepertiga akhir lapangan.
Meski tampil tanpa keberadaan penonton, Marcos menegaskan bahwa itu tidak akan memengaruhi mentalitas anak asuhnya. Menurutnya, Julian Guevara dkk tetap tampil dengan daya juang tinggi. ”Kami percaya semangat bermain di kandang dengan dukungan suporter akan kami bawa di pertandingan ini,” ungkap dia.
Di tempat terpisah, Pelatih Kepala Persebaya Surabaya Bernardo Tavares menilai hasil positif di laga terakhir bisa menjadi momentum positif bagi skuadnya. Itu karena, mereka sempat alami hasil inkonsisten dalam lima laga terakhir. ”Kami tahu Arema FC adalah tim kuat. Tetapi hasil ini bisa meningkatkan moral tim dalam menatap laga derbi nanti,” ujar dia.
Meski dalam motivasi tinggi, Bernardo tidak ingin anak asuhnya cepat jemawa. Menurut dia, Singo Edan memiliki pemain-pemain yang berbahaya di depan gawang. Selain itu, statistik mentereng di sektor bertahan juga harus diatasi agar bisa segera mencetak angka.
Menurutnya, keinginan tim untuk bisa melanjutkan tren unbeaten di laga nanti terbilang alot. Sebab, sejumlah pemain seperti Ernardo Ari dan Pedro Matos harus absen akibat masalah kebugaran dan akumulasi kartu. ”Kami harus melihat siapa pemain yang lebih siap menghadapi pertandingan ini, setelah itu kami akan membuat rencana menyesuaikan dengan karakter lawan,” tandasnya. (zan/by)
Editor : Bayu Mulya Putra