Kendati PSG akhirnya keluar sebagai pemenang, tapi perburuan siapa yang layak berada di final turnamen terbesar di level Eropa ini masih terbuka.
Bermain dengan skuad terbaiknya, PSG mampu melesakkan 5 gol ke gawang kiper Bayern, Munchen, Manuel Neuer. masing-masing melalui brace Kvaratskhelia pada menit ke 24 dan 56, Joao Neves 43', dan dua gol Ousmane Dembele masing-masing penalti 45+5 dan gol cantik di menit 58.
Sementara Bayern Munchen terus menghidupkan peluangnya lolos dengan penalti Harry Kane di menit 17, Olise 41', Upamecano 65', serta Diaz 68'.
Bermain di Stadion Parc des Princes, Paris, PSG sebenarnya mengambil inisiatif serangan. Namun Bayern yang turun denhan formasi 4-2-3-1 tak mau tunduk begitu saja. Mereka juga tampil agresif dengan pressing ketat di separo akhir lapangan.
Kedua tim sama-sama melancarkan tembakan-tembakan berbahaya ke gawang lawan.
Hasilnya, laga yang berakhir dengan skor 5-4 ini menjadi pertandingan semifinal dengan jumlah gol terbanyak sepanjang sejarah kompetisi.
Dengan hasil ini, PSG memang sedikit di atas angin. Namun Bayern bukan tim yang mudah tundukkan di Allianz Arena. Bahkan terakhir kali mereka kalah di kandang pada gelaran Liga Champions adalah saat menjamu Inter Milan, setahun yang lalu.
PSG sendiri masih belum puas dengan hasil ini. Salah satunya dikatakan Vitinha, gelandang andalan mereka.
"Itu adalah pertandingan yang fantastis. Kami sangat menikmatinya, saya pikir semua juga sangat suka menyaksikannya," bebernya.
Namun meski mencetak lima gol, lanjut pemain yang sejatinya bernama Vitor Ferreira ini hasil tersebut tidaklah cukup. "Kami harusnya bisa mempertahankan keunggulan tapi itulah sepak bola. Menghadapi Bayern memang sangat sulit," tandasnya.
PSG tampaknya bisa memilih dua pendekatan saat melawat ke Munchen, 7 Mei.mendatang. (rm)
Editor : A. Nugroho