GRESIK, RADAR MALANG - Penentuan venue laga antara Persik Kediri melawan Arema FC tidak langsung diputuskan di Gelora Joko Samudro, Gresik. Manajemen Singo Edan sempat mendapatkan beragam opsi stadion dari Panpel Persik. Mulai dari direncanakan berlangsung di Stadion Surajaya Lamongan sampai Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali.
Tapi setelah berbagai pertimbangan akhirnya dua opsi stadion itu batal dipilih. Itu karena, dilihat kurang ideal. Alhasil, pihak Arema FC dapat informasi dari Panpel Persik bermain di Stadion Gelora Joko Samudro pada pertandingan Minggu besok (3/5).
Sekretaris Tim Arema FC Rachmat Taufik menjabarkan, desas-desus soal tidak digunakannya Stadion Brawijaya sudah mereka peroleh sebelum laga melawan Persebaya Surabaya. Mengingat potensi pertandingan di kandang Macan Putih tergolong high risk. Itu mengakibatkan, manajemen Arema FC harus mencari akomodasi dan penginapan alternatif yang sesuai dengan venue pertandingan yang dipilih Panpel Persik.
Baca Juga: Setelah Tumbang dari Persebaya, Pemain Arema FC Jalani Program Latihan di Gym
”Awalnya kami dapat kabar kalau akan bertanding di Stadion Surajaya, Lamongan. Namun, tempat itu tidak bisa digunakan karena sudah ada yang menyewa bertepatan dengan tanggal pertandingan,” ujar dia. Padahal saat itu, dia sudah menyiapkan penginapan di Gresik yang dekat dengan Lamongan. Namun, sempat mendapat kabar kalau pertandingan akan berlangsung di Bali.
Baca Juga: Singo Edan Harus Ubah Komposisi Lini Belakang yang Berjumpa Persik Kediri
Itu karena, Bali United FC menggelar laga away pada pekan ke-31 BRI Super League. Hanya saja, Stadion Kapten I Wayan Dipta juga dinilai kurang memungkinkan untuk dipakai. ”Setelah dua opsi tersebut tidak bisa digunakan, akhirnya Panpel Persik mengonfirmasi Gelora Joko Samudro sebagai venue pertandingan. Surat perubahan tempat itu kami terima Rabu lalu (29/4),” kata pria asal Maluku itu. (zan/gp)
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang