Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bisakah Arema FC Kembali Pakai Logo Singa Bertindik? Ini Penjelasan Sejarah dan Alasannya

Diva Ayu Herdianasari • Rabu, 13 Mei 2026 | 08:32 WIB
Jersey Arema memakai logo singa bertindik. (Aditya Novrian/Radar Malang)
Jersey Arema memakai logo singa bertindik. (Aditya Novrian/Radar Malang)

MALANG, RADAR MALANG – Perdebatan soal kemungkinan Arema FC menggunakan logo singa bertindik kembali ramai di kalangan suporter. Sebab, simbol tersebut dianggap memiliki nilai historis kuat dan lekat dengan identitas awal Arema.

Saat ini, Arema FC dikenal menggunakan logo kepala singa mengepal. Namun sebelumnya, klub asal Malang tersebut sempat identik dengan lambang singa bertindik yang hingga kini masih banyak dipakai Aremania dalam atribut maupun mural.

Baca Juga: Jarang Diketahui, Begini Asal Usul Logo Singa Bertindik Arema yang Sedang Ramai Dibincangkan

Singa Bertindik Jadi Identitas Kuat Arema

Logo singa bertindik lahir dari karya Agus "Drekmen" Kasin. Dalam sejumlah kesempatan, Agus menjelaskan ide tindik pada kepala singa terinspirasi dari sosok pendiri Arema yang dikenal dengan nama Sam Ikul.

Menurutnya, detail tindik itu sengaja dibuat sebagai bentuk penghormatan terhadap pendiri klub.

“Dulu sam (Mas) Ikul iku sing disenengi ya singo sing iku logo pertama iku. Tapi berhubung desakan suporter kuat, akhirnya ya dituruti,” ujar Agus dalam podcast kanal YouTube Supporter Entrepreneur Hub.

Logo tersebut kemudian berkembang menjadi simbol yang sangat melekat dengan kultur Aremania.

Baca Juga: Gelandang Arema FC Gustavo Franca Terpacu Persembahkan Kemenangan untuk Aremania

Mengapa Logo Arema Berubah Jadi Singa Mengepal?

Dalam perjalanannya, Arema kemudian menggunakan logo singa mengepal yang dikenal hingga sekarang.

Tangan mengepal pada lambang tersebut menggambarkan semangat perjuangan, keberanian, dan kekuatan klub di lapangan.

Perubahan identitas visual itu tidak lepas dari dinamika internal klub, dualisme kompetisi pada 2012 silam, perkembangan manajemen, hingga kebutuhan legalitas dalam sepak bola profesional modern.

Di sisi lain, sebagian suporter tetap menganggap singa bertindik sebagai simbol historis yang memiliki ikatan emosional kuat dengan Arema.

Karena itu, wacana penggunaan kembali logo lama kerap muncul di tengah Aremania.

Baca Juga: Cerita Winger Arema FC Gabriel Silva Mulai Rasakan Penjagaan Lawan Lebih Ketat saat Bertanding  

Secara Emosional Diinginkan Suporter, tapi Ada Aspek Legalitas

Keinginan menggunakan kembali logo singa bertindik sebenarnya bukan hal baru. Pertanyaannya, apakah Arema FC sebenarnya boleh memakai kembali logo tersebut?

Jawabannya, boleh. Agus sebagai pencipta logo pun mempersilakan hal itu.
 
“Kalau ada yang mau pakai, silakan. Saya justru senang," ujarnya.
 
Meski demikian, penggunaan identitas resmi klub sepak bola profesional tidak hanya ditentukan oleh keinginan suporter.

Ada sejumlah aspek yang harus diperhatikan mulai hak cipta, legalitas logo, identitas perusahaan klub, hingga keputusan manajemen resmi.

Perdebatan itu membuat logo singa bertindik dan singa mengepal sama-sama memiliki tempat tersendiri di kalangan Aremania.

Singa mengepal tetap menjadi identitas resmi klub saat ini, sementara singa bertindik hidup sebagai simbol historis yang dianggap mewakili akar budaya dan perjalanan panjang Arema di Malang.

Editor : Aditya Novrian
#singa bertindik #logo Arema FC #singa mengepal #Arema FC #sejarah arema