KABUPATEN MALANG, RADAR MALANG - Center back Arema FC Walisson Maia merasa belum menunjukkan performa terbaik pada musim 2025/2026. Problem patah tulang fibula membuatnya baru mengeluarkan sekitar 70 persen kemampuan. Itu karena, cedera tersebut membuatnya harus bermain lebih hati-hati.
Pemain bernomor punggung 5 itu mengungkapkan, saat awal bergabung dengan Singo Edan tidak mengalami kendala berarti. Dia bisa beradaptasi dengan cepat, meski baru beberapa kali bertanding di bawah asuhan Pelatih Kepala Marcos Santos. Namun, pemain berusia 34 tahun itu mendapatkan ujian akibat mengalami masalah tulang fibula pada saat menghadapi Borneo FC.
Baca Juga: Center Back Arema FC Walisson Maia Kantongi Kelebihan Pemain Laskar Mataram
”Sejak saat itu, saya harus secara perlahan mengembalikan performa terbaik seperti sedia kala,” ujar dia. Pemain berusia 34 tahun itu tidak bisa langsung tancap gas mengembalikan performa karena berisiko cedera lagi. Alhasil, dia baru comeback pada empat pertandingan terakhir musim ini.
Menurutnya, kondisi yang dialami pada putaran kedua memberinya banyak pelajaran berharga. Dia jadi mengetahui bagaimana cara menjaga kondisi fisik agar tidak mudah alami masalah. Selain itu, Maia juga mulai memahami bagaimana gaya bermain klub-klub Indonesia. Baik dari Arema FC maupun lawan yang dihadapi.
Baca Juga: Center Back Arema FC Walisson Maia Punya Tugas Ganda di Skuad Arema FC
”Dengan pengalaman tersebut saya yakin bisa tampil lebih baik lagi pada kompetisi musim depan,” ujar dia. Selama setengah musim membela Singo Edan, Maia sudah bermain sebanyak delapan pertandingan. Dari penampilan tersebut, dia sukses mencetak satu gol saat menghadapi Persik Kediri. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho