RADAR MALANG - Usianya baru 23 tahun. Namun skill dan performanya musim ini membuat banyak klub besar kepincut. Tampil 37 kali di Liga Inggris sebagai pemain sayap dan gelandang serang, dia mencetak 10 gol dan 6 assist. Torehan produktif ini disertai determinasi luar biasa dari sang pemain dengan memenangkan 158 duel dan 42 dribel sukses.
Dia adalah Morgan Elliot Rogers. Pemain kelahiran Halesowen, West Midland, Inggris ini jelas bukan pesepak bola sembarangan. Gaya bermainnya mengingatkan pada agresivitas legenda Inggris, Wayne Rooney dengan visi dan tendangan sebaik Frank Lampard.
Roy Keane, legenda Manchester United bahkan menyamakan Morgan Rogers dengan eks gelandang Three Lions, Paul Gascoigne.
"Terkadang dia mengingatkan saya pada Gazza (julukan Gascoigne) di masa jayanya," ujar Keane yang kini banyak berperan sebagai pundit sepak bola.
Menurutnya, Rogers memiliki atribut yang sangat dibutuhkan sebagai gelandang modern.
"Dia kuat dan tangguh. Dia mampu menahan lawan. Dia bermain di area tertentu. Saat dia berdiri diam, Anda tidak bisa menjangkaunya. Dia cukup bagus dalam posisi setengah berputar untuk kemudian memberikan umpan berkualitas," tandas Keane.
Kerap ditempatkan di sektor kiri penyerangan, Rogers cukup sering melesakkan tendangan keras dengan kaki kanannya. Pemain bertinggi 187 sentimeter ini juga piawai memainkan peran nomor 10 di dalam tim.
Bermain di bawah asuhan Unay Emery, Rogers juga menjadi salah satu pilar The Villans yang sukses mengantarkan klub ini menjadi juara Liga Eropa musim 2025/2026.
Arsenal Butuh Gelandang Agresif
Tak heran, dalam bursa transfer kali ini namanya kerap disebut-sebut menjadi target sejumlah klub besar. Arsenal salah satunya.
Juara English Premier League musim ini tersebut sangat menginginkan jasa Rogers. Apalagi jika The Gunners benar-benar memutuskan bakal cuci gudang. Kabar hengkangnya sejumlah pemain seperti Martin Odegaard jelas bakal butuh pengganti yang sepadan seperti Morgan Rogers.
Bila tetap menggunakan skema Mikel Arteta yang kerap menggunakan tiga gelandang dengan berbeda karakter, Rogers bisa menjadi pelengkap kepingan puzzle Arsenal.
Bertandem dengan Declan Rice dan Martin Zubimendi sebagai double pivot, Rogers bisa menjadi pilihan gelandang serang yang mumpuni. Agresivitasnya sangat dibutuhkan di tengah permainan teknikal yang kerap ditampilkan gelandang-gelandang Arsenal.
Apalagi kecenderungan Rogers bermain di sisi kiri, membuat balance serangan Arsenal yang selama ini berat di kanan akan makin seimbang.
Manchester United Tertarik
Dengan banderol selangit yang disebut-sebut menembus angka 80-100 juta pounds, peminat Morgan Rogers memang tak main-main.
Bahkan Manchester United yang butuh banyak tambahan tenaga untuk mengarungi 4 kompetisi musim depan siap menggelontorkan dana besar untuk memboyongnya. Morgan Rogers bisa menjadi suksesor Bruno Fernandes yang tak bisa terus-terusan bermain mengingat usianya yang sudah melewati masa puncak.
Produktivitas Rogers diharapkan mampu memberi dampak signifikan di lini serang The Red Devils. Baik ketika dipasang sebagai sayap kiri maupun dalam formula nomor 10 ganda.
El Real sedang Membangun Hegemoni
Kabar merapatnya Jose Mourinho tampaknya bakal mengubah wajah Real Madrid. Dikangkangi Barcelona dua musim berturut-turut di La Liga tentu membuat El Real kebakaran jenggot. Revolusi disiapkan. Bintang-bintang besar yang mulai menurun performanya bukan tak mungkin didepak. Jika tak membaik selama pra musim, pemain seperti Jude Bellingham atau Camavinga bisa dilego ke tim lain.
Di sini, Mourinho jelas butuh pengganti yang siap pakai. Di tengah simpang siur kembalinya Nico Paz dari Como, nama Morgan Rogers pun mencuat.
Tentu sang pemain tak akan melewatkan kesempatan bermain di Los Galacticos. Sebagai salah satu klub terbaik La Liga, Real Madrid tentu tak keberatan menggelontorkan dana besar untuk mengembalikan hegemoni mereka.
Secara skema, menilik kebiasaan Mourinho yang kerap memakai tiga gelandang petarung, Rogers bisa menjadi satu di antaranya. Apalagi sang pemain dikenal sangat fisikal dan tak takut berduel satu lawan satu. Karakter yang sangat disukai Mou.
Masalahnya selain tiga tim ini, Chelsea, sebagai 'penggemar pemain muda' juga punya kebiasaan membajak pemain terbaik dari klub rival. Melihat pula kebutuhan Xabi Alonso yang tampaknya perlu menata lagi lini tengahnya, The Blues punya ambisi cukup besar sebagai penentu arah bursa transfer kali ini.
Begitu pula Liverpool dengan Andoni Iraola yang diam-diam membidik gelandang berkualitas sebagai pengganti Curtis Jones yang dikabarkan segera cabut ke Serie A dan merapat ke Inter Milan. (*)
Editor : A. Nugroho