MALANG, RADAR MALANG - Para pemain Tim All-Stars Malang enggan terus meratapi hasil minor di laga babak delapan besar MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026 kemarin. Kekalahan 0-4 dari Tim All-Stars Jakarta akan dijadikan pelecut untuk berbenah. Ananda Nindy Dwi dan kawan-kawan memetik banyak pelajaran selama berlaga di Kudus sejak 23-26 Juni.
Penyerang Tim All-Stars Malang Adelice Maureen Hanum Faisal bercerita, berlaga di MLSC All-Stars membuatnya dan rekan di tim mengetahui hal apa perlu ditingkatkan ke depan. Menurutnya, untuk bersaing di babak nasional diperlukan performa yang maksimal. ”Sebelumnya, kita merasa yang paling baik. Tapi, sekarang mengetahui di luar Malang masih banyak (pemain) lebih baik,” katanya.
Menurutnya, mengetahui hal tersebut saat ini jadi hal patut disyukuri. Itu karena, membuat dirinya dan rekan di tim akan lebih bersemangat berlatih. Ke depan akan berjuang lagi untuk mendapatkan prestasi di sepak bola. ”Kami akan berlatih lebih giat untuk bisa melampaui (pemain) di kota-kota lain ke depan,” katanya.
Baca Juga: Cerita Pemain MLSC All-Stars Malang Catat Hattrick dengan Kondisi Tak Fit
Dalam laga melawan Tim All-Stars Jakarta di Supersoccer Arena, Kudus, kemarin, Adelice merasa timnya kurang menjalin komunikasi dengan baik. Akibatnya, koordinasi saat pertandingan tak berjalan dengan maksimal. Lawan mampu memanfaatkan hal itu untuk cetak gol.
Baca Juga: MLSC Menghidupkan Sepak Bola Putri Junior di Malang yang Mati Suri
Asisten Pelatih Tim All-Stars Malang Syamsul Huda mengatakan, hasil MLSC All-Stars memberikan banyak pelajaran. Salah satunya, penting untuk mempersiapkan semua aspek di tim dengan maksimal. ”Kita bisa belajar dari Tim All-Stars Jakarta. Mereka sudah siap dari segi pemain dan permainan. Harapannya sepak bola putri di Malang mendapat dukungan lebih,” kata dia. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho