MALANG KOTA -RADAR MALANG-Arema FC datang ke Bandung dengan komposisi skuad yang cukup besar. Untuk menghadapi tiga pertandingan awal Piala Presiden 2026, Marcos Santos memboyong 27 pemain. Kemarin, Johan Ahmat Farizi cs bertolak dari Malang menuju Tangerang dan lalu melakukan perjalanan ke Bandung.
Berdasar daftar pemain yang diperoleh wartawan koran ini, Singo Edan memboyong semua rekrutan anyar musim ini. Baik itu yang mengisi pos bawah mistar, belakang, tengah sampai depan. Karena itu, akan mengandalkan empat penjaga gawang selama turnamen.
Sebagai informasi, Arema FC akan menjalani laga padat selama fase grup. Singo Edan berlaga selama tiga kali dalam waktu sepekan. Dimulai melawan Persib Bandung, DPMM FC, dan Tampines Rovers FC.
Meski berhasil membawa lebih banyak pemain, Pelatih Kepala Marcos Santos mengaku sedikit kecewa. Itu karena, dia ingin memboyong semua skuad Singo Edan untuk turnamen tersebut. ”Sebenarnya kami ingin membawa semua pemain tetapi (regulasi Piala Presiden yang membatasi 35 pemain dan staf) harus kami hormati,” imbuhnya.
Dia mengungkapkan, kalau pemilihan 27 pemain tersebut didasarkan atas kesiapan mereka dari berbagai aspek. Seperti kondisi kebugaran, pemahaman tactical sampai mentalitas. Langkah tersebut diambil karena lawan yang Singo Edan hadapi bukan tim sembarangan.
Selain itu, pemain-pemain yang berangkat juga merupakan rekrutan anyar. Satu tujuannya, tim pelatih ingin mengoptimalkan proses membangun chemistry di antara penggawa lama dan baru. ”Ajang ini (Piala Presiden) bagus untuk pemain mendapat menit bermain,” papar juru taktik asal Brasil tersebut.
Sementara itu, General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi mengungkapkan, hadirnya regulasi kuota pemain dan staf sebenarnya bagian dari operasional. Jumlah yang ditanggung pihak penyelenggara. Karena Arema FC melebihi kuota tim, akan merogoh kocek pribadi untuk akomodasi.
”Karena Arema FC membawa 27 pemain dan 18 official, jadi 10 sisanya kami akan tanggung sendiri (akomodasi),” kata pria asal Bogor tersebut. Menurutnya, situasi tersebut tak menjadi sebuah masalah. Itu karena Arema FC membutuhkan pemain dan staf dengan jumlah lebih banyak.
Selain itu, dia melihat akomodasi yang ditanggung pribadi atau klub tak besar. Masih sesuai dengan perhitungan klub. ”Harapannya, kami bisa mendapatkan hasil maksimal,” katanya. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo