BANDUNG –RADAR MALANG- Lini belakang Arema FC mempunyai tugas berat dalam laga melawan DPMM FC di Stadion Si Jalak Harupat, nanti sore (15.30). Walisson Maia cs dituntut mampu meredam permainan agresif klub asal Brunei Darussalam itu. Sekaligus mengantisipasi top skor tim pada kompetisi musim lalu Dalberto Luan Belo.
Selama bermain di kompetisi Indonesia, pemain asal Brasil itu mempunyai track record menyulitkan pertahanan tim-tim Liga 1. Saat masih bermain dengan Madura United pada musim 2023/2024, mencetak lima gol dan catatkan tiga assist. Sedangkan dua musim berkostum Singo Edan, Dalberto sukses mencetak 34 gol.
Gelandang Arema FC Julian Guevara memastikan tidak akan menurunkan kewaspadaan terhadap mantan rekannya. Baginya Dalberto pemain yang berkualitas. ”Dia merupakan pemain yang kuat dan berbahaya ketika berada di kotak penalti, jadi kami harus berhati-hati terhadapnya,” ujar dia.
Berdasar pengamatannya, kemampuan Dalberto cukup komplet sebagai seorang striker. Memiliki kecepatan, kontrol bola, penempatan posisi sampai penyelesaian akhir yang bagus. Dalam dua musim lalu jumlah gol meningkat dalam 34 laga.
Karena sudah pernah berlatih bersama Dalberto selama dua musim, Guevara mengaku sudah mengetahui kelemahan dari Dalberto. Cara paling ampuh adalah melakukan penjagaan ketat selama 90 menit. Lalu, membuatnya tidak mendapatkan ruang untuk mendapatkan bola maupun melakukan penetrasi ke kotak penalti.
Meski begitu, pesepak bola berusia 34 tahun itu menegaskan timnya tidak akan menaruh perhatian terhadap Dalberto saja. Dia melihat, rekan setim Dalberto juga patut diwaspadai. Itu menyusul, sudah ada dua pemain DPMM yang mencetak gol sepanjang Piala Presiden 2026.
”Kami pastikan, tim ini akan fokus (meredam serangan) kepada keseluruhan skuad. Dengan persiapan tersebut kami yakin bisa mengatasi perlawanan lawan dan meraih hasil positif,” imbuhnya. Terkait dengan kesiapan Arema FC, Guevara menegaskan timnya sudah punya persiapan yang matang. Tim hanya perlu meminimalisir kesalahan individu untuk mengurangi potensi kebobolan.
Di tempat terpisah, Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos memilih untuk fokus meningkatkan berbagai aspek dari laga sebelumnya. Dia melihat, saat hanya berkonsentrasi terhadap lawan dapat mengakibatkan timnya tidak bisa berkembang. ”Kami harus terus berevolusi dan memperbaiki diri di setiap pertandingan. Agar saat menghadapi lawan-lawan yang lebih berat, mampu meraih hasil yang diinginkan,” imbuhnya. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo