Di dunia yang semakin sibuk ini banyak dari mereka yang terjebak dalam rutinitas, tuntutan sosial, dan pencarian kebahagiaan dari luar diri. Hal yang sering masyarakat dengar merupakan pentingnya mencintai orang lain, berkorban untuk orang lain, atau bahkan memprioritaskan kebahagiaan orang lain di atas kebahagiaan diri sendiri, Tetapi ada satu hal yang sering terlupakan, yaitu mengenal pada diri sendiri. Apakah kita benar-benar tahu bagaimana cara mengenal diri kita sendiri? dan mengapa mengenal pada diri sendiri lebih penting daripada mengenal pada orang lain?
Sebelum mereka dapat mencintai orang lain dengan tulus, mereka harus terlebih dahulu memahami dan menerima diri sendiri. Cinta pada diri sendiri bukanlah bentuk egoisme atau kesombongan, melainkan sebuah bentuk penghargaan dan penerimaan terhadap siapa diri ini sebenarnya, dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Saat mencoba mencintai diri sendiri, mereka banyak belajar untuk lebih sadar akan kebutuhan emosional, mental, dan fisik mereka. Tanpa pemahaman ini, mereka bisa terjebak dalam pola hubungan yang tidak sehat contohnya, Di sebuah sekolah menengah atas di Surabaya, Beni (15 tahun) menjadi korban perundungan oleh teman-temannya, teman-temannya sering mengolok-olok penampilan Beni, menyebarkan rumor palsu tentangnya di media sosial, dan memaksa Beni membelikan mereka makanan setiap hari akibat perundungan ini, Beni mulai menarik diri dari pergaulan, sering absen, dan menunjukkan gejala depresi.
Laporan dari KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) pada tahun 2022 mencatat 41% kasus kekerasan terhadap anak terjadi di lingkungan sekolah, dan perundungan menjadi salah satu bentuk kekerasan paling umum. Sebanyak 38% korban perundungan mengalami dampak psikologis serius. Kasus ini mencerminkan pola hubungan tidak sehat berbasis kekerasan verbal dan eksploitasi, yang melanggar Pasal 76C UU Perlindungan Anak. Sekolah juga memiliki kewajiban hukum untuk melindungi siswa berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan di Lingkungan Sekolah.
Pada akhirnya, banyak dari mereka mungkin merasa kecewa, terabaikan, atau bahkan kehilangan identitas mereka di tengah usaha untuk memenuhi ekspektasi orang lain. kenapa cinta pada diri sendiri itu penting? membangun kepercayaan diri, cinta pada diri sendiri adalah dasar dari rasa percaya diri yang sehat. Ketika mereka menerima diri mereka apa adanya, mereka bisa merasa lebih nyaman dengan kekurangan dan kelebihan yang mereka miliki. Ini memungkinkan mereka untuk bertindak dengan lebih percaya diri dalam berbagai situasi. Kepercayaan diri yang tulus datang dari dalam, bukan dari pujian orang lain.
Kesehatan mental yang lebih baik, mengasihi diri sendiri berhubungan erat dengan kesehatan mental yang baik. Banyak dari mereka cenderung mengkritik diri sendiri secara berlebihan, merasa tidak cukup, atau menilai diri dengan standar yang tidak realistis. Ini bisa menurunkan rasa harga diri dan meningkatkan stres. Sebaliknya, dengan mencintai diri sendiri, masyarakat dapat belajar untuk memberikan kasih sayang, kesabaran, dan pengertian pada diri sendiri, yang penting untuk menjaga kesehatan mental.
Hubungan yang lebih sehat dengan orang lain, mungkin terdengar aneh, tetapi semakin kita mencintai diri sendiri, semakin mereka mampu mencintai orang lain dengan cara yang lebih sehat dan tulus. Saat mereka tidak bergantung pada orang lain untuk validasi diri, mereka bisa lebih objektif dalam berhubungan dengan orang lain tanpa membawa beban emosional atau ketergantungan yang bisa merusak hubungan. Masyarakat juga dapat lebih mudah memaafkan, menerima perbedaan, dan memberi ruang bagi orang lain untuk berkembang, tanpa merasa terancam atau insecure.
Berdasarkan kacamata hukum, mengenai mengenal diri sendiri terlebih dahulu sangatlah wajib dilakukan karna di lingkup hukum ini untuk menjadi seorang hakim ataupun pengacara sangat penting untuk lebih mengenali diri sendiri sebelum mereka nantinya meneliti kasus tentang orang lain, dengan adanya mereka mengenali diri sendiri suda pasti mereka tidak akan ragu terhadap diri sendiri seperti yang disebut pada UU UU HAM Pasal 9 dan UU Hak Atas Pendidikan Informasi Pasal 13 yaitu yang berbunyi :
(9). Setiap orang berhak untuk hidup, mempertahankan hidup, dan meningkatkan taraf kehidupannya. Makna : Hak ini mencakup pengembangan pribadi untuk mengenali diri sendiri, tujuan hidup, dan potensi unik setiap individu.
(13). Setiap orang berhak memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk mengembangkan dirinya.
Pendidikan dan informasi merupakan alat penting bagi individu untuk mengenali dirinya sendiri, menggali potensinya, dan memahami tempatnya dalam masyarakat. mengenali diri sendiri dalam perspektif hukum juga sudah mencangkup di dalam nilai Kesadaran Hukum atau Legal Consciousness yang dimana mengenali diri sendiri membantu seseorang memahami hubungan dirinya dengan hukum serta bagaimana ia bertindak sesuai norma hukum , dan apa saja benefit yang didapati itu mencangkup :
- Pemahaman hak asasi manusia (HAM) yang melekat pada dirinya.
- Kemampuan menilai apakah tindakannya sesuai atau bertentangan dengan hukum.
- Kesadaran untuk melindungi haknya sendiri dalam sistem hukum.
Jadi dalam kasus tersebut, masyarakat wajib untuk mengenali diri sendiri juga guna untuk menggali potensi diri kita dalam masyarakat langkah untuk mulai mencintai diri sendiri, yaitu berhenti membandingkan diri dengan orang lain sangat penting, terutama di era media sosial di mana kehidupan orang lain tampak selalu sempurna. Setiap orang memiliki perjalanan hidupnya masing-masing, dan perbandingan hanya akan mengurangi rasa percaya diri kita.
Berbicara dengan positif kepada diri sendiri, sering kali kita lebih keras pada diri sendiri daripada orang lain. Cobalah untuk berbicara dengan cara yang lebih lembut dan penuh pengertian kepada diri sendiri, terutama saat menghadapi kegagalan atau kesalahan. Tetapkan batasan yang sehat cinta pada diri sendiri juga berarti menetapkan batasan yang sehat dalam hubungan dengan orang lain. Tidak ada salahnya untuk mengatakan tidak ketika kita merasa kelelahan atau tidak nyaman. Menghormati diri sendiri berarti masyarakat tahu kapan harus berkata tidak.
Mengenal pada diri sendiri bukanlah hal yang mudah, tetapi sangat penting untuk membangun kehidupan yang sehat dan bahagia. Dengan mencintai diri sendiri, seseorang tidak hanya meningkatkan kualitas hidup diri sendiri, tetapi juga kualitas hubungan masyarakat dengan orang lain. Kita belajar untuk menerima diri, mengasihi diri, dan pada akhirnya, menjadi lebih baik dalam memberikan cinta kepada orang lain. Jadi, sebelum seseorang mencintai orang lain, mari mulai dengan mencintai diri sendiri. Karena, pada akhirnya, seseorang tidak bisa memberi apa yang tidak kita miliki.
Vika Julyanti Sundiasih
Hukum, Universitas Muhammadiyah Malang
E-mail : vikasndsh@gmail.com