MALANG - Pada 8 April 2024 lalu, terjadi kecelakaan yang melibatkan sebuah mobil minibus Daihatsu Granmax di jalur contraflow KM 58 Tol Jakarta-Cikampek. Dikabarkan mobil tersebut merupakan mobil sewaan yang memang digunakan sebagai jasa travel antar kota, dengan ramainya momen Lebaran, jasa travel seperti ini menjadi hal yang lumrah.
Mobil Daihatsu Granmax sendiri merupakan model oleh pabrikan mobil asal Jepang, Daihatsu, untuk mobil-mobil dengan fungsi sebagai kendaraan komersil, model ini kemudian terbagi menjadi dua jenis mobil berupa pick-up dan minibus.
Selain itu, Daihatsu Granmax juga mengusung dua jenis mesin berupa 1.300 CC inline 4 yang menghasilkan tenaga sebesar 86 tenaga kuda, dan 1.500 CC inline 4 dengan tenaga sebesar 95 tenaga kuda yang juga digunakan di jenis mobil lain oleh Daihatsu seperti Daihatsu Xenia dan Daihatsu Terios.
Daihatsu Granmax sendiri berkompetisi di pasar mobil komersil dengan Suzuki Carry yang sama-sama memiliki model pick-up dan minibus, serta Mitsubishi dengan L300 di pasar mobil pick-up.
Untuk memenuhi pasar Indonesia pada 2010-an yang populer dengan mobil minibus dan MPV, Daihatsu kemudian merilis kembaran dari Granmax yang lebih mewah dinamai Daihatsu Luxio, berbasis pada Granmax versi minibus dengan opsi mesin 1.500 CC inline 4, dilengkapi dengan fitur-fitur tambahan seperti AC double blower dan headunit 2 DIN, yang kemudian berkompetisi dengan Suzuki APV Arena dan Nissan Evalia pada masa itu.
Tetapi saat ini, karena permintaan pasar yang lebih tertarik dengan mobil bertipe SUV, Daihatsu Granmax cenderung hanya digunakan oleh pengusaha sebagai mobil operasional untuk keperluan logistik, hingga jasa antar jemput seperti travel karena memiliki kapasitas penumpang yang lebih banyak serta biaya operasional yang lebih murah bila dibandingkan dengan mobil lain seperti SUV dan MPV. (Hilmy Aksyam Dhafi)
Editor : Aditya Novrian