MALANG KOTA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengantongi tujuh nama yang potensial diusung dalam Pilkada, 27 November depan.
Ketujuh nama tersebut merupakan hasil penjaringan DPD PKS Kota Malang.
Empat di antaranya dari internal partai.
Yakni anggota DPRD Jatim Dwi Hari Cahyono, Sekretaris Komisi D DPRD Kota Malang Ahmad Fuad Rahman, Wakil Ketua DPRD Kota Malang Asmualik, dan anggota DPRD Rendra Mas Drajat.
Sedang tiga nama merupakan kandidat dari eksternal partai.
Yakni Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Staf Ahli Wali Kota Malang Tabrani, dan Imam Supandi, pengasuh ponpes sekaligus Kepala SMK Mahardika Karangploso
Ketua Pemenangan Pilkada DPD PKS Kota Malang Trio Agus Purwono mengatakan, pihaknya tidak membuka pendaftaran secara resmi, tapi melakukan monitoring figur yang dinilai potensial.
”Kami akan seleksi tujuh nama tersebut. Nantinya akan dikerucutkan tiga nama untuk dikirimkan ke DPP agar ditentukan siapa yang dapat rekomendasi," tutur Trio.
Dari penyaringan tersebut, Trio menyebut ada beberapa penilaian.
Pertama terkait visi misi kandidat untuk kemajuan Kota Malang.
Selanjutnya ada rekam jejak, elektabilitas, kepopuleran dan kapasitas.
"Tetapi catatan untuk eksternal ini masih dinamis. Bisa saja nanti kandidat berubah," tandas pria yang menjabat Ketua Komisi B DPRD Kota Malang itu.
Sedangkan Ketua DPD PKS Kota Malang Ernanto Joko Purnomo menuturkan, pihaknya akan berkoalisi dengan parpol lain.
Sebab, PKS yang memiliki 7 kursi tersebut belum bisa mengusung calon seorang diri.
Parpol bisa mengusung pasangan calon (paslon) tanpa koalisi jika mempunyai minimal 9 kursi.
Terkait desk pilkada, Joko menekankan ada perbedaan dengan parpol lain.
Dia menegaskan, PKS akan lebih proaktif dalam menjalin komunikasi dengan bakal cawali.
Berbeda dengan lainnya yang menunggu pendaftar.
"Jadi, sekarang kami masuk tahapan penyaringan. Nanti kandidat ini akan menjalani uji publik," tutur Joko.
Sementara itu, Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengaku masih fokus melanjutkan tugasnya hingga September depan.
Untuk sementara dia mengaku belum berpikir maju Pilkada.
"Belum ada itu, pekerjaan saya masih banyak," kata Wahyu. (adk/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana