Sanusi Ditugaskan DPP Galang Koalisi
KEPANJEN - Sejak mengemban amanah dari DPP PDIP pada 18 Juni lalu, petahana H M.
Sanusi belum mendapat dukungan dari partai politik (parpol) lain.
Setidaknya belum ada parpol non-PDIP yang mendeklarasikan dukungan untuk Bupati Malang itu.
Seperti diberitakan, 18 Juni lalu DPP PDI Perjuangan melayangkan surat
tugas untuk 11 kandidat bakal calon kepala daerah di Jawa TimurSanusi termasuk di antara 11 kandidat tersebut.
Baca Juga: Pilwali Kota Malang 2024 Makin Seru, Kini Berpeluang Diikuti Empat Paslon
Surat yang ditandatangani Ketua DPP PDIP M. Prananda Prabowo dan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto berisi tiga point.
Pertama, penerima tugas diminta melaksanakan konsolidasi pemenangan Pilkada 2024 dengan DPD, DPC, PAC, ranting, anak ranting, dan seluruh elemen PDI Perjuangan paling lambat dua minggu setelah surat tugas diterbitkan.
Kedua, menyiapkan koalisi parpol pendukung untuk pemenuhan atau menambah syarat pendaftaran pasangan.
Ketiga, bersama dengan DPD dan DPC PDI Perjuangan membuat pemetaan politik secara nano targeting untuk pemenangan Pilkada 2024.
Ketua DPC PDIP Kabupaten Malang Didik Gatot Subroto menyampaikan, surat diberikan dalam rangka mengamankan suara di daerah.
Dengan harapan, Sanusi sebagai kader partai sekaligus petahana bisa menyampaikan ke masyarakat bahwa PDIP kembali berlaga pada Pilkada 2024.
“PDIP harus tetap menjaga eksistensi dengan menyapa warga masyarakat. Sehingga ketika pemilihan berlangsung, siapa pun calonnya, masyarakat tetap memperhatikan jika ada calon dari PDIP,” ujar Didik kemarin (9/7).
Dia mengatakan, surat tugas berisi penugasan kepada kader untuk melakukan konsolidasi dan komunikasi lintas parpol.
Dengan harapan, PDIP mendapatkan dukungan dan koalisi untuk mempermudah kemenangan PDIP pada kontestasi politik tersebut.
Hingga kini, dia mengatakan, parpol yang akan bergabung dengan PDIP masih belum mengerucut.
Tapi semua parpol yang memiliki fraksi di DPRD Kabupaten Malang terus diajak komunikasi, termasuk PKB dan Gerindra.
Baca Juga: Rebutan Dukungan, Kuda Hitam Calon Wali Kota Gencar Cari Partai untuk Pilwali Kota Malang
”Bupati yang melakukan komunikasi, kemudian dibarengi dengan DPC. Nanti DPC tugasnya mem-formalkan hasil komunikasi tersebut,” kata pria yang juga wakil bupati (Wabup) Malang tersebut.
Terdapat dua kader yang mendaftar sebagai bakal calon bupati (bacabup) Malang melalui PDIP.
Yakni petahana Sanusi dan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) periode 2019-2024 Gunawan Wibisono HS.
Keduanya masih menunggu rekomendasi pencalonan dari DPP PDIP.
Dua bakal calon tersebut, kata Didik, sebenarnya diberikan kesempatan yang sama untuk menyapa masyarakat.
“Keduanya terus-menerus turun. Terkait siapa yang akan mendapatkan reko-
mendasi, tentunya ada taha-pan lain yang akan dilakukan oleh DPP,” ucap Didik.
Tahapan yang dimaksud Didik adalah survei maupun pemantauan untuk mengukur popularitas, elektabilitas, hingga kapabilitas.
Waktu turunnya rekomendasi dari DPP pun masih belum bisa dipastikan.
Didik menyebut, turunnya rekomendasi tersebut kemungkinan akan langsung satu paket.
Yakni pasangan cabup-cawabup.
Meski saat ini Sanusi dan Gunawan sama-sama mendaftar untuk bacabup, tidak menutup kemungkinan keduanya dipasangkan.
Sebelumnya, beredar kabar bahwa belakangan Sanusi sering bertemu ketua DPC PKB Kabupaten Malang H Kholiq.
Sedangkan Gunawan dikabarkan dekat dengan Lathifah Shohib yang berstatus sebagai kader PKB.
“Semuanya menjadi kewenangan partai. Tapi PDIP tetap maju. Dalam arti bisa memenangkan Pilkada ke depan,” kata dia.
Baca Juga: Besok, Paslon Independen Pilwali Kota Malang Sam HC-Rizky Boncell Jalani Sidang Ajudikasi
Terpisah, Ketua Tim Pemenangan Daerah (TPD) PDIP Kabupaten Malang Darmadi menyampaikan, surat tugas tersebut untuk memenangkan calon bupati yang akan diusung PDIP.
Salah satu tugasnya melakukan konsolidasi internal partai.
“Ini sudah jalan. Kami terus melakukan konsolidasi internal partai serta organisasi-organisasi,” ucapnya.
Menurut dia, kekuatan internal PDIP sudah tidak diragukan lagi.
Terbukti dengan kemenangan pada pemilihan legislatif (pileg) 2024 lalu.
Suara untuk parpol dari setiap pileg juga tidak bergeser secara signifikan.
Sehingga hal tersebut menjadi modal utama bagi PDIP untuk memenangkan pilkada 2024 mendatang.
Tapi untuk menguatkan tim, dia mengatakan, komunikasi dengan parpol lain juga tetap dilakukan.
Pihaknya terbuka kepada semua parpol yang ingin bergabung.
”Diharapkan nanti ada tambahan suara dari parpol-parpol tersebut,” pungkasnya. (yun/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana