Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

314 Personel Amankan Debat Perdana Pilkada Kabupaten Malang

Mahmudan • Sabtu, 26 Oktober 2024 | 18:53 WIB
SIAGA PENUH: Ratusan personel menggelar apel jelang pelaksanaan debat pilkada di gedung DPRD Kabupaten Malang kemarin. Sebanyak 314 personel gabungan dikerahkan Polres Malang.
SIAGA PENUH: Ratusan personel menggelar apel jelang pelaksanaan debat pilkada di gedung DPRD Kabupaten Malang kemarin. Sebanyak 314 personel gabungan dikerahkan Polres Malang.

KEPANJEN – Berbagai ancaman harus diantisipasi untuk mengamankan debat perdana tadi malam (25/10) di Kabupaten Malang.

Sebanyak 314 personel gabungan dikerahkan ke gedung DPRD Kabupaten Malang.

Mereka memastikan debat dan adu visi-misi dua pasangan calon (paslon) bupati-wakil bupati Malang berjalan lancar.

Untuk diketahui, ada dua paslon yang mengikuti bursa Pilkada 2024.

Yakni pasangan nomor urut 01 H M. Sanusi-Lathifah Shohib (SaLaf) dan pasangan nomor urut 02 Gunawan Wibisono-dr Umar Usman (GUS).

”Dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPU) Kabupaten Malang juga ada personel pengamanan internalnya sendiri. Jumlahnya sekitar 3 orang,” terang Kabag Ops Polres Malang Kompol M. Bagus kemarin.

Rencananya, debat digelar tiga kali.

Untuk debat perdana dilaksanakan di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Jalan Panji, Kepanjen tadi malam (25/10) pukul 19.00.

Sebanyak 314 personel gabungan berasal dari berbagai lembaga.

Yakni 235 personel Polres Malang, 63 personel Kodim 0818 Malang-Batu, 10 personel dinas perhubungan (dishub) dan 6 Satpol PP Kabupaten Malang.

Dalam pelaksanaannya, diterapkan tiga ring pengamanan.

Mulai depan kantor Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Malang untuk lapis terluar, lalu di lobi DPRD dengan menggunakan pendeteksi logam, dan di depan pintu masuk ruang rapat paripurna tempat debat berlangsung.

Di poin pengecekan terakhir akan digeledah barang bawaan.

Masing-masing paslon hanya diperkenankan membawa 15 tim sukses dan 20 pendukung.

Turut datang pula 30 orang dari elemen Organisasi Masyarakat (Ormas) dan 20 penyandang disabilitas.

Semua yang datang wajib memiliki ID Card.

Bagus mengatakan, untuk gangguan keamanan jalannya debat, sampai hari perdana pelaksanaan debat masih belum ada gejolak.

Juga tidak ada tanda-tanda sabotase jalannya debat.

Tapi pihaknya mengkhawatirkan adanya gangguan teknis, baik listrik mati maupun tersendatnya sinyal internet untuk live streaming.

”Sudah disiapkan genset, dan jaringan internet alternatif (Pakai LAN dan orbit). Khusus untuk genset ada personel kami berjaga di sana,” kata dia. (biy/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#debat perdana #amankan #Kabupaten Malang #pilkada #314 personel