KEPANJEN - Warga Bumi Kanjuruhan sudah memilih pasangan calon (paslon) yang akan jadi bupati dan wakil bupati Malang periode 2024 2029.
Hasil resmi masih menunggu rekapitulasi suara dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang, namun sejumlah lembaga survei sudah mengunggulkan pasangan calon (paslon) nomor urut 1 H M. Sanusi-Lathifah Shohib (SaLaf).
Berdasar laporan dana kampanye yang dirilis oleh KPU Kabupaten Malang, ada harga yang dibayar masing-masing paslon untuk merebut kursi bupati Malang.
Paslon SaLaf melaporkan telah menghabiskan Rp 6 miliar untuk kampanye.
Jumlahnya bisa bertambah jika tidak semua biaya kampanye dilaporkan ke KPU.
Demikian juga paslon nomor urut 2 Gunawan HS dr Umar Usman (GUS).
Paslon yang memakai slogan ”Siap Tandang” itu melapor telah menghabiskan Rp 1 miliar untuk kampanye pilkada 2024.
Selisih dana kampanye antara paslon SaLaf dan GUS yang mencapai Rp 5 miliar sudah terlihat sejak awal proses laporan dana kampanye.
Pada Laporan Awal Dana Kampanye (LADK), SaLaf menyetorkan Rp 2,4 miliar dari kantong pribadi paslon.
Sedangkan GUS menyetor Rp 200 ribu dari kantong pribadi paslon.
”Tapi laporan penggunaan dana kampanye itu masih harus melewati tahap audit,” ujar Ketua Divisi Teknis Penyelenggara KPU Kabupaten Malang Bangkit Marhaendra kemarin (28/11).
Saat ini, laporan yang sudah masuk pada Kantor Akuntan Publik (KAP) akan dicocokkan.
Mulai dari administrasi dan penggunaan dana kampanye yang sesuai.
Setelah hasil audit dari KAP keluar, dia mengatakan, akan dilaporkan ke KPU Provinsi Jatim.
Baru setelahnya akan diumukan secara resmi pada 12 Desember depan.
”Artinya dari laporan penggunaan dana kampanye saat ini masih memungkinkan terdapat perubahan karena belum dicek secara riil,” kata dia.
Terpisah, Bendahara tim pemenangan SaLaf, Kholiq membenarkan bahwa jumlah dana kampanye yang dihabiskan berkisar Rp 6 miliar.
Sementara dari LADK ada Rp 200 juta dan dari laporan penerimaan sumbangan dana kampanye (LPSDK) ada Rp 2,4 miliar.
“Sisanya nanti diungkap saat audit selesai saja. Yang jelas benar SaLaf habis uang kampanye sampai Rp 6 miliar,” kata politisi dari PKB itu.
Sedangkan tim pemenangan GUS belum menjawab saat dikonfirmasi mengenai biaya kampanye pilkada 2024.
Pesan singkat yang dikirim Jawa Pos Radar Kanjuruhan juga belum direspon.
Tapi mengacu keterangan KPU, paslon GUS menghabiskan biaya Rp 1 miliar untuk kampanye. (aff/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana