Bahkan, alat peraga yang dibuat guru SMKN 10 Malang itu jauh lebih murah dibandingkan harus beli dari pabrik otomotif. Seperti Alarm dan Central Door Lock System, Electric Mirror (cara kerja spion elektronik) dan Basic Power Window. Karena semua dibuat di media kayu seperti papan tulis.
“Motivasinya gimana siswa cepat paham sistemnya. Dan yang lebih penting sangat terjangkau dibandingkan buatan pabrik,” kata guru yang juga menjadi staf kurikulum SMKN 10 Malang ini.
Menurutnya, alat peraga buatannya tersebut lebih hemat puluhan juta dibandingkan harus membeli buatan pabrik. Apalagi, sistem yang diterapkan pada alat peraga tersebut juga sama seperti sistem pada mobil buatan pabrik.
“Kalau beli mobil, berapa puluh juta itu. Kadang bisa sampai ratusan juta, kalau ini cuma Rp 1 jutaan sampai Rp 2,5 juta per unitnya,” terangnya.
Tak hanya itu, masih kata dia, siswanya juga lebih berani ber-eksperimen dengan alat peraga buatannya tersebut. Karena jika ada yang rusak, gurunya sendiri bisa memperbaiki.
“Yang penting lagi, siswa bisa lebih berkreasi, karena nggak takut rusak,” imbuh guru yang juga hobi musik ini.
Pria yang sudah menghasilkan dua buku pembelajaran siswa SMK ini juga berpesan kepada semua guru di Malang Raya, terutama guru SMK agar tak patah semangat. Terutama bagi guru yang fasilitas sekolahnya relatif masih kurang.
“Jangan menyerah, manfaatkan apa yang ada di sekitar, seperti alat peraga ini,” tegasnya.
Pewarta: Imam Nasrodin
Foto: Imam Nasrodin
Editor: Hendarmono Al S Editor : Editor : Hendarmono Al S.