Plt Kepala Dindikbud Kota Malang Dra Sri Ratnawati mengatakan, rata-rata di Kota Malang sudah siap untuk pemanfaatan Bosda. Menurutnya, pandemi membuat sekolahyang mengalihkan Bosda untuk kebutuhan sarana prasarana penunjang protokol kesehatan (prokes) Covid-19. Seperti ketersediaan westafel tempat cuci tangan, hingga pembatas pada bangku.
Prioritas pemanfaatan Bosda ini bergeser dari tahun sebelumnya dimana Bosda dipergunakan untuk membantu pembelian seragam untuk siswa miskin. Juga untuk sarana dan prasarana sekolah, seperti membayar listrik, air, telpon dan alat-alat pembelajaran.
Dikonfirmasi di tempat terpisah, Kepala Sekolah SDN Purwantoro 6, Siti Khotimah mengatakan pihaknya sudah menyiapkan meja dengan pembatas mika agar ada penghalang ketika para siswa mengikuti proses belajar di kelas jika nantinya sekolah offline diberlakukan kembali.
“Supaya siswa tidak saling kontak dan ngobrol. Jadi ini jadi tanggungjawab kita di sini. Tapi mohon maaf kami siapkan ini semua bertahap untuk 6 kelas,” ujarnya.
Siti menganggap kebutuhan sarana prasarana Covid-19 sangatlah penting. Sebab pandemi belum juga usai, bahkan kini kasus-kasus cenderung melejit.
“Kami hanya ASN, sembari menunggu kepastian kapan masuknya. Kami hanya bisa melakukan persiapan,” pungkasnya.
Beberapa waktu lalu memang rencana sekolah tatap muka sempat dilaksanakan Januari. Bahkan beberapa sekolah sempat melakukan simulasi dengan sistem shift. Dimana siswa dalam satu kelas dibagi dalam dua gelombang, sehingga kapasitas ruangan hanya terisi 50 persen.
Pewarta : Errica Vannie
Editor : Shuvia Rahma