Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Lampu Hijau Kuliah Luring, UIN Tancap Gas, UB Tunggu Turun Level PPKM

Farik Fajarwati • Selasa, 19 Oktober 2021 | 18:00 WIB
Rektor UB Prof Dr Ir Nuhfil Hanani A.R menuturkan bahwa perkuliahan luring di kampusnya masih menunggu status PPKM di Kota Malang turun ke level 1 atau 2. (Ist)
Rektor UB Prof Dr Ir Nuhfil Hanani A.R menuturkan bahwa perkuliahan luring di kampusnya masih menunggu status PPKM di Kota Malang turun ke level 1 atau 2. (Ist)
MALANG KOTA – Izin pelaksanaan perkuliahan tatap muka telah disetujui Wali Kota Malang Sutiaji. Sejumlah kampus pun langsung tancap gas. Rencananya, mereka bersiap menggelar uji coba mulai awal November. Meski begitu, ada juga kampus yang memilih tetap kuliah daring sambil menunggu status Kota Malang turun level dalam pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Sebagai informasi, sudah ada tiga kampus yang sudah mengirimkan surat kepada Wali Kota Malang agar bisa menggelar kuliah luring. Yakni UIN Maliki Malang, Universitas Negeri Malang (UM), dan Universitas Islam Malang (Unisma).

Rektor UIN Maliki Malang Prof Dr Zainuddin MA menegaskan bakal menggelar kuliah tatap muka mulai 1 November mendatang. Sebagai langkah awal, pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran kepada para mahasiswa untuk bersiap-siap kuliah luring. Mereka juga diminta memperhatikan ketentuan yang harus dipatuhi saat masuk kampus. “Jadi sesuai prokes dan pelaksanaan PTM (pembelajaran tatap muka) dilakukan setelah UTS,” katanya.

Nantinya, PTM di UIN menerapkan model blended learning. Yakni maksimal 50 persen mahasiswa yang mengikuti kuliah secara luring, sementara separo lainnya mengikuti kuliah secara daring pada waktu yang sama. Penetapan dan pengaturan maksimal 50 persen peserta mata kuliah luring dan 50 persen peserta mata kuliah daring dilakukan fakultas atau prodi masing-masing.

Sementara itu, Rektor UB Prof Dr Ir Nuhfil Hanani A.R menyatakan, pihaknya tak ingin buru-buru mengubah kebijakan. Perkuliahan di kampus biru masih  tetap dijalankan sesuai dengan instruksi Rektor UB Nomor 8485 Tahun 2021 yang telah keluarkan pertengahan September lalu. ”Perkuliahan daring bakal usai jika Kota Malang turun ke level 1 atau level 2. Sejauh ini belum ada rencana kuliah tatap muka,” katanya.

Kendati demikian, sejumlah kelonggaran dilakukan olehnya. Seperti kegiatan praktikum yang bisa digelar secara terbatas. Begitu juga dengan ujian skripsi, thesis, dan disertasi juga dilonggarkan. Namun untuk pembelajaran secara reguler belum bisa dia tetapkan lantaran kondisi Covid-19 yang bisa saja meninggi lagi.

Sebelumnya, rektor ke-13 UB itu menyatakan pihaknya sempat merencanakan kuliah tatap muka di awal bulan Juli lalu. Namun, karena lonjakan kasus Covid-19 membuat kuliah terpaksa daring lagi. Berkaca dari hal itu, dia tak ingin ada klaster baru ketika PTM dilonggarkan secara bebas.

Di tempat lain, Wali Kota Malang Sutiaji mengakui sejumlah kampus meminta izin menggelar PTM kepadanya. “Iya sudah ada (kampus) yang bersurat meminta izin,” katanya saat ditemui kemarin (18/10).

Orang nomor satu di Kota Malang itu menegaskan kuliah tatap muka bisa digelar sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri).  Para mahasiswa dan dosen dari luar kota yang masuk Malang berkewajiban melakukan swab PCR. Nantinya, kampus di Kota Malang yang menggelar PTM juga harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi. (adn/nay/rmc) Editor : Farik Fajarwati
#UIN Maliki Malang #kuliah luring #universitas brawijaya #wali kota malang sutiaji #kuliah tatap muka