Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sekolah Daring Berlanjut, Silahkan Cermati Parental Burnout

Mardi Sampurno • Selasa, 8 Maret 2022 | 20:16 WIB
Ilustrasi salah satu siswa sekolah dasar sedang belajar secara daring. (dok/Radar Malang)
Ilustrasi salah satu siswa sekolah dasar sedang belajar secara daring. (dok/Radar Malang)
MALANG KOTA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang masih menunda menggelar pembelajaran tatap muka (PTM), setidaknya hingga pekan depan. Diberlakuknanya sekolah daring meninggalkan dampak, tidak hanya pada guru dan anak-anak, tetapi juga orang tua. Salah satunya dalam hal pengasuhan.

Tidak jarang, orang tua mengalami parental burnout atau kondisi di mana orang tua merasa lelah, baik secara fisik, mental, maupun emosional. Psikolog klinis Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Suyanto SPsi MSi menyatakan adanya tren peningkatan kasus terkiait pola pengasuhan selama sekolah daring. “Utamanya dirasakan orang tua saat terlibat langsung menyelesaikan permasalahan yang dialami oleh anak-anak, misalnya dalam menyelesaikan tugas sekolah,” ungkap Suyanto.

Sebab, selama pandemi, orang tua menjadi jembatan antara sekolah dengan anak. Biasanya, kondisi seperti ini dialami oleh orang tua dengan anak-anak yang masih duduk di bangku SD. “Kalau anak yang SMP ke atas sudah lebih bisa menyelesaikan tugas sekolahnya sendiri,” ujarnya. Jika orang tua datang dengan keluhan parental burnout, Suyanto menyarankan agar mereka membatasi faktor penyebab.

Salah satunya adalah membatasi penggunaan gadget pada anak untuk kepentingan yang tidak perlu. “Untuk itu, orang tua harus mencari inisiatif dengan cara memfasilitasi kondisi anak yang tidak bisa berinteraksi dengan lingkungan di luar rumah karena pandemi. Selain itu, orang tua perlu melakukan introspeksi dan mencari jalan keluar,” jelasnya. Selain itu, penting bagi orang tua agar melibatkan anak-anak untuk ikut melakukan kegiatan sehari-hari di rumah dan lebih komunikatif.

Demi mencegah mengalami parental burnout selama pandemi, banyak cara dilakukan orang tua. Seperti yang dilakukan Susana Yuli Sriwahyuni yang berupaya untuk tidak memaksa putrinya untuk bergegas menuntaskan tugas yang diberikan guru. “Saya tipikal ibu yang woles. Saat daring pun sekolah melalui wali kelas masing-masing memberi kelonggaran. Saya juga tidak memaksa anak untuk selalu menyelesaikan tugasnya,” katanya.

Meski begitu, Susana juga sempat merasa khawatir karena di usia putrinya yang kini duduk di bangku kelas 2 SD tidak mendapatkan pembelajaran berupa sosialisasi. “Tapi saya bersyukur, lembaga pendidikan di mana anak saya sekolah sangat fleksibel dan memperhatikan protokol kesehatan,” imbuh Susana. Dalam kondisi seperti ini, bagi Susana, peran dan kebijakan sekolah dalam pembelajaran sangat memengaruhi terciptanya lingkungan yang kondusif. “Saat kebijakan sekolah yang tidak pro dengan sivitas akademik di lingkungan sekolah, saya pikir tidak akan jalan,” pungkasnya. (rb6/nay Editor : Mardi Sampurno
#Daring Berlanjut #Cermati Parental Burnout #sekolah