Kepala Cabdin Pendidikan Jatim Wilayah Kota Malang dan Batu Ema Sumiarti mengatakan, pihaknya bakal tegas menolak berkas yang terindikasi kecurangan. Ema menyebut pihaknya mendapat beberapa temuan dugaan kecurangan dalam PPDB tahun sebelumnya. Salah satunya dengan memanipulasi KK.
”Misalnya ada anak dari luar kota karena punya paman atau tante di Malang, akhirnya dipindah masukkan ke KK saudaranya itu agar bisa diterima di sini,” bebernya, kemarin.
Hanya saja indikasi itu segera terdeteksi dan langsung dia tolak. Ema tak bisa menyebut berapa banyak jumlah temuan dugaan kecurangan itu. Namun, dirinya memastikan tindakan seperti itu ada dan kerap dilakukan sebagian oknum orang tua calon siswa.
Sehingga, tahun ini dirinya bakal lebih tegas mengawasi berkas-berkas persyaratan PPDB SMA dan SMK.
”Untuk jalur zonasi kita tetap mendahulukan anak-anak yang benar-benar tinggal di sekitar sekolah terdekat. Tentu saja yang asli (calon siswa) dengan dibuktikan KK, KTP orang tua, dan berkas pendukung lainnya,” terangnya.
Untuk itu, pihaknya pun telah melakukan sosialisasi kepada seluruh kepala sekolah untuk punya perhatian yang sama. (dre/adn) Editor : Aditya Novrian