Prof Fattah mengatakan, seharusnya teknologi dapat membantu produktivitas manusia. Terutama menjaga kontinuitas saat mereka belajar. "Bagaimana esensi teknologi tidak membuat manusia tertindas, dikuasai, ataupun menjadi budak teknologi," terangnya.
Karena filosofinya, manusia menciptakan dan menggunakan teknologi, sekaligus disejahterakan oleh teknologi. Tapi yang sering terjadi, manusia malah menjadi budak bahkan sampai terasingkan oleh teknologi. Seperti yang terjadi pada usia tua, yang cukup sulit mempelajari teknologi, mereka lebih banyak menyerah dan menjadi tidak berdaya. Padahal menurutnya itu dapat diubah.
Untuk menjawab segala tantangan itu, tahun ini UM membuka S2 Psikologi dengan pendekatan cyber. Goal-nya, para master psikologi cyber bisa membantu mereka yang merasa terbelenggu dan diperbudak teknologi . (jprm3/dur/nen) Editor : Neny Fitrin