Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Peduli Inklusi, Metode Jarik Ma'Siti Jadi Program Nasional

Neny Fitrin • Kamis, 29 Juni 2023 | 19:37 WIB

 
Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana SE MM (empat dari kiri) bersama jajaran usai menerima penghargaan inovasi Jarik Ma
Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana SE MM (empat dari kiri) bersama jajaran usai menerima penghargaan inovasi Jarik Ma

Mengulas Terobosan Jarik Ma’Siti (Belajar Menarik Bersama Siswa Istimewa) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang 

Inovasi Belajar Menarik Bersama Siswa Istimewa (Jarik Ma'Siti) tidak hanya segera ditetapkan menjadi metode belajar di sekolah-sekolah negeri Kota Malang. Terobosan yang dirancang oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang tersebut juga bakal menjadi program belajar yang segera diterapkan secara nasional.

 

MALANG KOTA- Konsep Belajar Menarik Bersama Siswa Istimewa (Jarik Ma'Siti) yang ditelurkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang tak hanya sukses masuk Finalis Top Inovasi Pelayanan Publik 2023.

Tetapi sekaligus dalam 99 inovasi terbaik nasional. Dan inilah yang membuat gagasan itu dilirik oleh pemerintah pusat sebagai percontohan. 

Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana SE MM mengatakan, Jarik Ma'Siti lahir dari permasalahan ketimpangan rasio guru pendamping khusus dengan jumlah siswa istimewa pada sekolah reguler atau sekolah non inklusi.

“Dengan metode Jarik Ma’Siti, maka belajar tidak lagi membeda-bedakan siswa inklusi dengan siswa regular,” terangnya.

Anak-anak berkebutuhan khusus berbaur dengan siswa-siswa normal di sekolah reguler Kota Malang
Anak-anak berkebutuhan khusus berbaur dengan siswa-siswa normal di sekolah reguler Kota Malang

 “Semua akan berbaur dan mendapatkan hak yang sama,” sambung dia. 

Saat ini, lanjutnya, beberapa sekolah di Kota Malang sudah menerapkan metode pembelajaran tersebut. Bahkan secara resmi, metode tersebut akan masuk dalam kurikulum pembelajaran.

Paling tidak, tahun depan seluruh sekolah di Kota Malang sudah menerapkan Jarik Ma'siti. “Hingga saat ini Jarik Ma'Siti telah membantu 570 siswa dalam kurun waktu lima tahun terakhir,” kata dia. 

Suwarjana juga optimis replikasi inovasi metode tersebut bakal sukses besar. Pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada guru-guru terkait bagaimana pendampingan kepada siswa istimewa. "Tidak ada alasan, semua guru harus bisa," tegasnya. 

Dengan metode Jarik Ma
Dengan metode Jarik Ma

Teknis pendampingan ala Jarik Ma’Siti dilakukan dengan mengundang Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

Harapannya  guru-guru sekolah negeri bisa memiliki kemampuan dasar dalam mendampingi siswa istimewa. Sehingga sekolah reguler dapat menerima anak istimewa, baik dari kalangan guru maupun muridnya. (Jprm3/dur/nen)

 

Editor : Neny Fitrin
#dinas #khusus #jarik #Inklusi #disdikbud #inovasi #Kota Malang #kebutuhan #gubernur #pendidikan #sekolah #jawa timur