Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

PCI NU Brunei Darussalam Kesengsem dengan Kemajuan Universitas Islam Malang

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Rabu, 30 Agustus 2023 | 16:59 WIB
Penguatan MoU antara PCI NU Brunei Darussalam dan Rektor Universitas Islam Malang.
Penguatan MoU antara PCI NU Brunei Darussalam dan Rektor Universitas Islam Malang.

MALANG - Lawatan Rektor Universitas Islam Malang, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si. di UNISSA dan KUBU SB Brunei Darussalam (29-30 Agustus 3023) mendapat perhatian dari Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Brunei Darussalam (PCI NU BD).

Di sisi lain Rektor Universitas Islam Malang juga berkepentingan untuk sillaturrahmi dengan warga NU di Brunei. Karena dalam mindset rektor yang dikenal progresif itu, kerjasama internasional tidak hanya membidik perguruan tinggi melainkan juga dunia industri, dan lembaga non pemerintah.

Lembaga non pemerintah internasional tersebut tak lain adalah Pengurus Cabang Istimewa Nahdatul Ulama (PCINU) yang ada di Brunei Darussalam. "Menjalin kerja sama dengan PCINU di berbagai belahan dunia adalah salah satu cara untuk membuat Universitas Islam Malang menjadi world class university," ungkap Rektor Unisma.

Hal ini sesuai dengan motto Unisma dari Nahdatul Ulama untuk Indonesia dan Peradaban Dunia. Oleh karena itu di setiap kunjungannya ke luar negeri, Rektor Unisma selalu mengupayakan untuk berkunjung ke sekretariat PCI NU setempat.

Dalam kunjungan kali ini, Rektor Unisma didampingi oleh Kepala Pusat Bidang Kolaborasi dan Pengembangan Internasional, Sonny Elfiyanto, M.Pd., Ph.D. Tujuan kunjungan untuk meneruskan MoU yang sudah pernah terjalin selama ini. Terbukti putra-putri warga NU Brunei Darussalam paling tidak sudah 5 orang yang mempercayakan kuliah di Unisma.

Kunjungan Rektor Unisma (29/8/2023) ini diterima langsung oleh Rois Syuriah NU KH. Affandi dan Ketua PCI NU Brunei Darussalam, K.H. Ahmad Dhofir, yang di dampingi 30 orang lebih dari jajaran Syuriyah, Tanfidziyah, Ketua Lembaga dan Ketua Banom pengurus PCI NU Brunei Darussalam. Selain itu, pejabat Wakil Kepala Perwalian Duta Besar RI untuk Brunei, Drs. Irwan Iding, M.Si., juga turut hadlir menyambut Rektor Unisma.

Pertemuan bertempat di Mangrove Paradise Resort, Jalan Kota Baru. Rektor Unisma didaulat memberi sambutan dan tausiyah. Ini bertujuan untuk memberi motivasi, membangun semangat berkhidmah serta merekatkan silahturahmi warga NU yang berada di Brunei. Supaya, mereka tetap kompak dan terus berusaha menghidupi oraganisasi ini.

Dengan cara meringankan beban orang miskin, membangun kedamaian, budaya dan peradaban, dan mewujudkan petuah dari K.H. Abdul Wahab Chasbullah. “Jangan mencari hidup di NU, tapi hidupilah NU,” tuturnya.

Setelah memberikan sambutan dan motivasi kepada Pengurus PCI NU setempat, acara dilanjutkan penandatanganan pembaharuan MoU dengan Ketua PCI NU Brunei Darussalam yang disaksikan oleh Wakil Duta Besar RI untuk Brunei Darussalam dan jajaran Pengurus PCI NU.

Ketua PCI NU Brunei Darussalam dalam sambutannya, merasa surprise dengan kedatangan Rektor Unisma di Brunei Darussalam. "Unisma yang memiliki mahasiswa hampir 20.000 orang, dan bermuara dari 35 negara. Kita merasa rugi kalau beliau tidak kita hadirkan dalam forum ini, untuk memberi motivasi jajaran pengurus NU," ujarnya.

PCI NU Brunei Darussalam, KBRI Brunei serta civitas akademika Unisma berfoto bersama
PCI NU Brunei Darussalam, KBRI Brunei serta civitas akademika Unisma berfoto bersama

Ketua Tanfidz yang energik itu juga berharap bahwa dengan kehadiran Rektor Unisma bisa mewujudkan isi dari MoU yang ditandatangani. Salah satunya adalah mengirimkan anak-anak warga NU Brunei Darussalam untuk belajar di Kampus NU terbaik seluruh dunia ini.

Mereka akan dididik tentang ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni dan budaya di Unisma, satu-satunya universitas yang berbasis nilai-nilai moderasi, harmoni, toleran di tengah-tengah perbedaan adat istiadat, budaya, agama, seni dan bahasa atau multikultural.

Warga NU yang telah bergabung di PCI NU Brunei Darussalam lebih dari 1.000 orang dari warga Indonesia. Di Brunei, jumlah warga NU mencapai 30.000 orang dari jumlah penduduk yang ada 400.000 orang. Negara ini, sangat strategis bagi Unisma dalam menjaring mahasiswa baru melalui kerjasama yang telah dikembangkan.

Hal ini dilakukan Unisma untuk menerjemahkan slogan Unisma Malang, dari NU untuk Indonesia dan Peradaban Dunia. Serta dalam rangka persiapan Unisma Malang untuk mewujudkan Entrepreneurial University Milestone di bulan September 2023. Nantinya bisa menjadi World Class University pada 2027.

Tentunya itu membutuhkan komitmen-komitmen dari semua kalangan. Sehingga energi-energi positif tersebut dapat mewujudkan milestone Unisma Malang dari Entrepreneurial University menuju World Class University.

Sambutan terakhir diberikan oleh Wakil Kepala Perwalian Duta Besar RI untuk Brunei, Drs. Irwan Iding, M.Si. Dalam sambutannya, dia menyebut PCI NU menjadi perekat antar warga dan memudahkan KBRI dalam mengkoordinasikan warga Indonesia di Brunei. Dia juga berharap agar PCINU Brunei bisa tetap eksis demi membantu kemaslahatan warga sekitar terutama warga Indonesia yang berada di Brunei Darussalam.

Ada simbiosis mutualisme dari PCINU Brunei dengan Kedutaan Besar. PCINU Brunei aktif mendorong peningkatan kapasitas keilmuan serta kontribusi positif anggotanya dalam bidang sosial keagamaan, dan ekonomi di Brunei dan untuk kemaslahatan umat dan bisa memberikan sumbangsih nyata bagi anggota PCINU Brunei dan masyarakat setempat.

KBRI Brunei akan terus mendukung peran aktif dan kegiatan positif yang dilakukan oleh PCINU Brunei dengan Unisma Malang. Diharapkan dengan adanya MoU ini, kerja sama KBRI Brunei dan PCINU yang diperkuat Unisma dapat terus ditingkatkan ke depannya.(jprm1)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Universitas Islam Malang #NU