MALANG KOTA - Universitas Negeri Malang (UM) terus berkomitmen untuk menambah guru besar (gubes). Hari ini, sebanyak lima gubes dikukuhkan. Salah satunya Prof Dra Nunung Suryati MEd PhD.
Kemampuan berbahasa Inggris masyarakat Indonesia menurut Prof Dra Nunung Suryati MEd PhD tergolong rendah. Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul Model Pengembangan Profesionalisme Guru Bahasa Inggris yang Efektif dan Berkelanjutan, ia menyebut dari data EPI pada 2017 menunjukkan Indonesia menduduki peringkat ke-39 dari 80 negara di dunia.
Serta menduduki peringkat ke-10 dari 20 negara di Asia dengan skor rata-rata 52,15. Indonesia termasuk dalam kategori kelompok kecakapan rendah.
”Test PISA yang dilaksanakan setiap 3 tahun juga menunjukkan hasil yang kurang menggembirakan dalam hal kemampuan membaca," tuturnya.
Padahal tuntutan globalisasi saat ini, pendidikan Bahasa Inggris di tingkat menengah bertujuan agar siswa mampu mencapai kompetensi dasar terlebih dahulu. Yakni dalam bentuk percakapan sehari-hari seperti greetings, introducing, hingga congratulating.
Terlebih saat ini guru dihadapkan pada tantangan untuk menerapkan Kurikulum Merdeka.
”Kurikulum Merdeka Bahasa Inggris bertujuan salah satunya menghasilkan siswa yang mempunyai kompetensi komunikatif dalam bahasa Inggris dengan berbagai teks multimodal," terangnya.
Selain itu juga memiliki kompetensi interkultural agar dapat menghargai perspektif, praktik, dan produk budaya Indonesia dan budaya asing.
Oleh karena itu diperlukan strategi pengembangan profesi yang efektif untuk menerapkan Kurikulum Merdeka. Karena pelatihan yang sifatnya massal dan hanya 1 atau dua kali pelatihan tentang suatu kurikulum baru tidak akan mencukupi. (dur/adn)
Editor : Aditya Novrian