Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bahasa Kebalikan Sering Dipakai Bimo PD, Belum Tentu Bahasa Malangan? Cek Perbedaannya Lewat Daftar Kata Kebalikan Berikut Ini

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Jumat, 8 Maret 2024 | 22:15 WIB
Bimo PD, YouTuber yang sesekali melafalkan kata kebalikan seperti kuy (yuk) dan alig (gila) dalam kontennya. Ini berbeda dengan bahasa walikan Malangan
Bimo PD, YouTuber yang sesekali melafalkan kata kebalikan seperti kuy (yuk) dan alig (gila) dalam kontennya. Ini berbeda dengan bahasa walikan Malangan

MALANG - Bahasa kebalikan atau walikan populer tidak hanya di Malang.

Meskipun akar bahasa walikan berada di Malang, namun daerah lain ternyata mengadopsinya.

Kendati demikian, terdapat perbedaan yang mencolok antara bahasa Malangan dan bahasa daerah lain, Jakarta misalnya, ketika memakai bahasa kebalikan.

Bahasa Malangan

Berdasarkan hasil penelitian, komunitas penutur Bahasa Malangan dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori utama.

Pertama, terdapat mereka yang berusia di atas 40 tahun dan menggunakan Bahasa Malangan secara tradisional.

Kedua, terdapat generasi muda, khususnya di bawah usia 30 tahun, yang lebih cenderung menggunakan bahasa walikan dalam percakapan mereka.

Mayoritas dari kelompok usia tua cenderung menggunakan osob kiwalan ngalaman dalam interaksi sehari-hari, baik dengan sesama mereka maupun dengan generasi lebih muda.

Meskipun sebagian dari mereka juga terlibat dalam komunikasi melalui media sosial, kontribusi mereka terhadap identitas lokal Malangan lebih sering terjadi melalui komunikasi lisan.

Di sisi lain, generasi muda di Malang memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam menggunakan bahasa walikan.

Mereka aktif dalam berbagai platform media sosial, serta terlibat dalam komunikasi online dan offline dengan sesama generasi mereka maupun lintas generasi.

Generasi muda ini memiliki peran yang signifikan dalam memelihara dan mengembangkan bahasa walikan sebagai bagian penting dari identitas lokal Malangan.

Contoh Bahasa Walikan Malangan

Saya, menjadi ayas.

Kamu,menjadi umak.

Di mana, menjadi anamid.

Mas, menjadi sam.

Mlebu (masuk), menjadi ublem.

Sembarang, menjadi ngarambes.

Malang, menjadi ngalam.

Ayah, menjadi ebes.

Ibu, menjadi memes.

Mertua, menjadi aramaut.

Polisi menjadi silup.

Dalam bahasa Malangan, terdapat kata yang tidak bisa sekadar dibalik.

Perlu ada perubahan fonem agar kata walikan itu terdengar nyaman di telinga.

 

Contoh Bahasa Kebalikan Daerah Lain

Yuk, menjadi kuy.

Bisa, menjadi sabi.

Bang, menjadi ngab.

Gila, menjadi alig.(fin)

 

 

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#osob kiwalan #bimo pd #kamus malangan #bahasa malangan