KABUPATEN - Sejumlah guru SMA/MA di Kabupaten Malang terkesan saat mempelajari dunia jurnalistik. Selama tujuh jam dalam sehari, tepatnya Kamis lalu (27/6), mereka mengenal beberapa hal baru.
Seperti cara menulis berita, bagaimana mengantisipasi wartawan bodong dan mempelajari tahap verifikasi dewan pers. Kegiatan bertajuk Diklat Jurnalistik Guru SMA/MA se-Kabupaten Malang itu diikuti 35 guru.
Jawa Pos Radar Malang bersama Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Malang yang menjadi penyelenggaranya. Kegiatan dimulai pukul 08.00, dan berakhir pukul 15.00. "Ini hal baru, seolah-olah kita merasakan bagaimana menjadi seorang wartawan," terang Kusti Mayasari MPd, salah satu peserta dari SMAN 1 Kepanjen.
Kusti dkk diperkenalkan cara memilih tema berita, membuat pertanyaan, dan berinteraksi langsung dengan narasumber. Mereka juga mempraktikkan itu semua dengan menulis berita hasil observasi masing-masing.
Diklat itu dibuka dengan materi jurnalistik oleh Redaktur Jawa Pos Radar Malang Aditya Novrian. "Seluruh peserta diklat sudah punya dasar menulis. Tinggal membiasakan literasi bersama siswa dan guru lain, yang nantinya akan diupload melalui media sosial sekolah," harap Adit.
Selain materi menulis, ada materi fotografi yang didapat peserta. Di akhir sesi ada tanya jawab dan pembagian hadiah eksklusif dari Jawa Pos Radar Malang. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Malang Dr Dra Ema Sumiarti MSi mengapresiasi kegiatan tersebut. "Kolaborasi baik ini harus terus ditingkatkan, untuk terus mengekspose potensi dan prestasi sekolah di Kabupaten Malang hingga tingkat internasional," tutupnya. (bes/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana