Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jumlah Pendaftar Ikut Pengaruhi Persaingan PPDB di Kota Malang

Fathoni Prakarsa Nanda • Jumat, 12 Juli 2024 | 20:00 WIB
SMPN 3 Kota Malang
SMPN 3 Kota Malang

MALANG KOTA – Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMP melalui jalur telah ditutup Rabu lalu (10/7).

Hasilnya akan diumumkan hari ini (12/7).

Sejumlah orang tua siswa yang anaknya sudah pasti tidak lolos mencoba peruntungan dengan mendatangi Posko PPDB Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang kemarin (11/7).

Rata-rata mengeluh tidak diterima karena jarak antara rumah dengan sekolah tak memenuhi kriteria.

Misalnya yang diungkapkan wali murid Kelurahan Kesatrian, Afifah.

Dia mengatakan, pendaftaran putranya gugur saat proses seleksi jalur zonasi.

Fifah sebenarnya sudah memilih tiga sekolah yang terdekat dari rumahnya.

Yakni SMP Negeri 3 Malang, SMP Negeri 5 Malang, dan SMP Negeri 20 Malang.

Tetap saja putranya tak berhasil lolos.

”Jarak rumah saya dari tiga sekolah itu sekitar satu kilometer lebih,” paparnya.

Fifah mengira rumahnya masih terjangkau jalur zonasi.

Ternyata ada faktor lain yang menentukan.

Jarak rumah pendaftar yang lain ke tiga sekolah itu ternyata kurang dari satu kilometer.

Misalnya di SMPN 3 Malang, rumah pendaftar terjauh jaraknya 925 meter.

Sedangkan di SMPN 5 Malang 909 meter.

Otomatis putranya langsung tersingkir.

”Kalau sudah seperti ini bagaimana lagi. Mungkin saya akan coba daftar ke SMP swasta saja,” paparnya.

Hal yang sama diungkapkan Iwan Permana, warga Arjosari.

Dia mendaftarkan putrinya ke SMP Negeri 5 Malang dan SMP Negeri 20 Malang.

Sayang, nama anaknya tersingkir sejak hari kedua pendaftaran jalur zonasi.

”Rumah saya terlalu jauh kalau harus ke sekolah negeri,” ungkap dia.

Iwan pun berencana mendaftarkan putrinya ke SMP swasta.

Namun, pria yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online (ojol) itu mengaku kesulitan biaya.

“Mungkin nanti akan daftar ke swasta yang tidak begitu mahal. Sepertinya di Kartika IV-9,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang Suwarjana mengaku tak heran jika jarak rumah ke sekolah ikut menentukan persaingan.

Itu terjadi pada wilayah yang padat penduduk.

Artinya, jumlah pendaftar jalur zonasi ke SMP tertentu sangat banyak.

Suwarjana juga mengakui ada wilayah-wilayah di Kota Malang yang memang tak terjangkau jalur zonasi.

Peluang pendaftar di wilayah itu untuk masuk SMP negeri juga semakin kecil.

Namun, dia menilai banyak cara yang bisa ditempuh untuk masuk ke sekolah negeri lewat jalur lainnya.

“Anak berprestasi juga kami wadahi untuk jalur nilai,” paparnya.

Dia menyarankan kepada siswa yang gagal masuk ke SMP negeri memilih daftar ke sekolah swasta.

Menurutnya, masih banyak sekolah swasta yang tak mematok biaya tinggi.

Atau bahkan tak dipungut biaya sama sekali alias gratis.

Itu semua sudah diinformasikan di website PPDB.

”Tinggal bagaimana kemauannya. Kesempatan kami buka lebar untuk SMP swasta karena sama bagusnya,” pungkas Suwarjana. (ori/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#persaingan #Kota Malang #ppdb #jumlah pendaftar