Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

SMP Swasta di Malang Waswas Siswa Baru Cabut Berkas

Aditya Novrian • Kamis, 18 Juli 2024 | 17:00 WIB
Infografik Alasan Siswa Baru Cabut dari SMP Swasta.
Infografik Alasan Siswa Baru Cabut dari SMP Swasta.

Jadi Penyebab Pagu Kerap Tak Terpenuhi

MALANG KOTA - Meskipun telah memasuki tahun ajaran baru, penerimaan peserta didik baru (PPDB) di beberapa SMP swasta masih dibuka.

Terlebih sekolah yang pagunya masih belum terpenuhi.

Ketika pagu sudah terpenuhi, masalah belum selesai.

Baca Juga: SMP Swasta Gratis di Malang Justru Minim Siswa

Sebab, peserta didik baru mendadak bisa mencabut berkas sewaktu-waktu tanpa alasan yang jelas.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Kota Malang Rudiyanto.

Dirinya mengungkapkan, PPDB SMP swasta sifatnya lebih fleksibel.

Dengan sistem tersebut, membuat sebagian SMP swasta waswas.

Setiap tahun dirinya selalu menjumpai kasus hilangnya siswa baru meskipun kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sudah dimulai.

”Misalnya sekolah saya (SMP Sriwedari), tahun lalu sudah menerima 27 siswa awalnya. Namun 20 orang tiba-tiba cabut berkas,” terangnya.

Dirinya menilai hal tersebut sangat janggal. Kemungkinan ada sebuah SMP negeri yang dicurigai menerima di atas pagu.

”Ada sekolah negeri yang menerima siswa baru yang pindah dari sekolah saya, nomor absennya 36,” imbuh dia.

Padahal, satu rombongan belajar (rombel) maksimal hanya berisi 32 siswa.

Ada pula alasan lain yang cukup beragam.

Misalnya, berubah pikiran untuk melanjutkan ke pondok pesantren atau pindah ke luar kota.

Di tempat lain, Kepala SMP Kartika IV-9 Malang Didik Ismanadi juga mengalami hilangnya siswa baru setiap tahun.

Dirinya mengaku tahun sebelumnya sudah memenuhi rombel.

Baca Juga: Konsistensi SMP Ibnu Sina Kota Malang Menggratiskan Biaya Pendidikan Prioritaskan Anak-Anak dari Panti Asuhan dan Pesantren

Namun, 10 siswa barunya mendadak tak menuntaskan registrasi ulang.

”Biasanya mereka asal kabur saja, baru kami hubungi dulu,” ungkapnya.

Alasan yang diberikan kadangkala pindah ke luar kota atau memilih melanjutkan ke pondok pesantren.

Namun, tahun ini dirinya mengaku mengantisipasi lebih untuk menekan peristiwa serupa bisa terjadi.

Pihak sekolah meminta untuk membuat surat pernyataan bermaterai.

Itu dilakukan untuk mengikat calon pendaftar agar tak mengundurkan diri saat ajaran baru dimulai.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Malang Dodik Teguh Pribadi mengatakan, tak yakin mundurnya siswa baru dari SMP swasta karena diterima di negeri.

”Sekolah negeri kan sudah tutup kalau sudah ajaran baru, saya kira tidak masuk akal,” paparnya.

Dodik menambahkan, memperpendek penutupan PPDB dan tahun ajaran baru memang bertujuan untuk menekan laporan pergeseran siswa.

Dirinya berharap dengan kebijakan baru tersebut bisa membantu sekolah swasta memenuhi pagu.

”Kami masih koordinasi lanjut mengenai laporan jumlah siswa baru di SMP swasta,” tandas pejabat eselon IIIB Pemkot Malang itu. (ori/adn)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Berkas #siswa baru #malang #SMP swasta