Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Baru! Universitas Negeri Malang (UM) Lahirkan Inovasi Smart Parking Berbasis Face Detection

Aditya Novrian • Senin, 29 Juli 2024 | 23:06 WIB

Photo
Photo

Terapkan Smart Parking Berbasis Pengenal Wajah

Sistem Smart Parking sudah berhasil dikembangkan oleh Direktorat Inovasi Universitas Negeri Malang (UM).

Dengan mengandalkan metode computer vision dan face recognition, sistem tersebut sempat diuji coba pada akhir tahun  lalu.

Hasilnya, sistem tersebut bekerja baik dan rencananya akan diterapkan di seluruh gerbang masuk UM.

SMART Parking milik UM menggunakan sistem pengenal wajah.

Baca Juga: 4.139 Calon Maba di Universitas Negeri Malang Berebut 1.556 Kursi

Sehingga palang pintu akan otomatis terbuka ketika wajah pengendara dikenal sebagai civitas akademika UM.

Awalnya, tim Direktorat Inovasi UM tersebut terinspirasi dari sistem face recognition yang dipakai oleh Kantor PLN UIP Jawa Bagian Timur dan Bali (JBTB) Ketintang, Surabaya.

Penerapan sistem tersebut sudah mencakup parkir hingga presensi hanya dengan mendeteksi wajah.

Kepala Divisi Pusat Unggulan Ipteks Perguruan Tinggi Disruptive Learning Innovation (PUIPT DLI) UM Harits Ar Rosyid ST MT PhD mengatakan, untuk membuat sistem yang sama persis membutuhkan biaya yang besar.

Sehingga, pihaknya mencari mencari cara untuk menciptakan sistem yang sama namun dengan biaya minim.

”Akhirnya kami menemukan semacam frameworks untuk computer vision,” tuturnya.

Tak sendiran, dia dibantu oleh Tim Pengembangan PUI DLI UM M. Zainal Arifin PhD dan Kepala Pusat Publika UM Prof Aji Prasetya Wibawa PhD.

Dengan teknologi AI tersebut, mesin atau komputer dapat mengenali dan menganalisis suatu item.

Namun, mesin tersebut tidak langsung dapat dipakai karena harus ada data wajah-wajah di civitas UM yang digunakan mesin tersebut belajar mengenal.

Untuk itu, pihaknya berkolaborasi dengan Tim Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK) UM mengumpulkan gambar wajah seluruh civitas UM, mulai dari dosen hingga mahasiswa.

Totalnya sekitar 65 ribu wajah.

Tahap pengumpulan wajah ini menjadi yang cukup krusial, untuk memastikan mesin dapat benar-benar mengenali wajah warga UM.

Mulai tahap pengembangan hingga implementasi, sistem tersebut hanya membutuhkan dana 25 persen dari yang seharusnya dikeluarkan apabila memakai sistem yang sama dengan  PLN JBTB.

Baca Juga: Peserta Studi Independen MSIB UM Melonjak, Choirul Anam: Komitmen Mahasiswa Perlu Ditingkatkan

Untuk itu tahun ini pihaknya mulai mengembangkan sistem tersebut untuk digunakan di seluruh gerbang masuk UM.

Harits menyebutkan terdapat empat gerbang  yang akan dipasang.

”Ini sudah mulai bertemu vendor untuk kolaborasi,” imbuhnya. Rencananya tidak hanya pengenal wajah tetapi juga pelat nomor kendaraan.

Sistem smart parking akan membantu keamanan kendaraan karena hanya civitas UM saja yang dapat keluar masuk dengan otomatis.

Selain warga UM mereka harus menunjukkan surat-surat untuk memastikan pemilik kendaraan asli.

”Karena ini kan hal baru, jadi perlu sosialisasi, terkait regulasi dan kebijakan-kebijakannya,” tuturnya.

Ia berharap akhir tahun 2024 ini Smart Parking sudah dapat berjalan. (dur/adn)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#pengenal wajah #Universitas Negeri Malang (UM) #inovasi baru