SEJAK menyandang status Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH), Prof Hariyono melakukan sejumlah gebrakan.
Khususnya dalam meningkatkan berbagai program unggulan untuk mendukung optimalisasi pendidikan.
”Tantangan untuk mengubah mindset dan ekosistem menjadi pekerjaan rumah bagi kami,” terang Prof Hariyono.
Baca Juga: UKM UM Pamerkan 21 Motif Batik Khas Malangan di MCC
Menghadapi tantangan itu, dirinya fokus untuk meningkatkan program sehat sekaligus mencerdaskan.
Sehat dalam arti bagaimana mengakomodasi segala indikator agar tidak mengandalkan serapan anggaran.
Status PTN-BH yang disandang memang memberikan banyak keleluasaan kampus secara otonomi mengelola akademik dan tata kelola kegiatan kampus.
Namun, hal tersebut harus melewati banyak pertimbangan.
Sebab, bisa saja jatah kebebasan itu justru membahayakan kalau tidak dikelola dengan baik.
Prof Hariyono menyebut, kebebasan itu juga memberikan wewenang untuk mengangkat dosen dan tenaga pendidik (tendik) secara mandiri.
Maka dari itu, kerja sama perlu didukung untuk mencapai kesuksesan.
Seperti meningkatkan aktualisasi pendidikan.
Dirinya memberikan support penuh kepada dosen maupun mahasiswa yang menyumbang banyak prestasi untuk UM.
Itu terbukti dari banyaknya publikasi jurnal nasional maupun internasional yang diunggah relatif produktif.
”Dari sana artinya tidak hanya tantangan saja, melainkan juga menjadi peluang besar UM semakin dikenal,” paparnya.
Hal itu juga yang mendasari Prof Hariyono terus mendorong seluruh lektor kepala di UM segera mengurus status menjadi guru besar.
Baca Juga: Tim Pengabdian UM Berikan Pendampingan Teknis Teknologi Mesin Blender Berkapasitas Besar
Sehingga, semakin banyak tendik berkualitas yang mengabdi di UM.
Dorongan dari internal menjadi kunci penting untuk merealisasikan hal tersebut.
Untuk itu dirinya juga berusaha memfasilitasi berbagai program akademik.
Seperti penelitian dan pengabdian masyarakat yang akan didanai langsung oleh UM maupun menggandeng pihak eksternal.
Prof Hariyono juga berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama dengan dalam maupun luar negeri.
Sebab, ide merupakan aset terbesar sebuah perguruan tinggi.
Berbagai ide yang lahir dari sumber daya manusia di UM akan memberikan banyak kontribusi untuk memajukan kampus.
”Terbukti dari kerja sama itu kami bisa masuk lima besar PIMNAS dalam tiga tahun terakhir,” ungkapnya. (ori/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana