Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Politeknik Negeri Malang (Polinema) Komitmen Cetak Lulusan Siap Kerja

Aditya Novrian • Rabu, 25 September 2024 | 00:04 WIB

Masukkan Kultur Industri dalam Model Perkuliahan

Ir Supriatna Adhisuwignjo ST MT. Direktur Polinema
Ir Supriatna Adhisuwignjo ST MT. Direktur Polinema

DIREKTUR Polinema Ir Supriatna Adhisuwignjo ST MT mengatakan, seluruh kegiatan pendidikan vokasi di Polinema bersifat terapan.

Artinya, perlu adanya strategi kampus untuk berkontribusi memenuhi kebutuhan industri.

Seperti menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten serta mampu menghasilkan karya tepat guna yang menunjang program pembangunan.

Untuk itu, model pembelajaran di Polinema berfokus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, industri maupun pelaku usaha.

Mahasiswa didesain untuk mampu menjadi seorang pekerja yang kompeten.

”Maka kami terapkan sistem pendidikan bermotto Bring Industry to Campus,” terangnya.

Beranjak dari itu, Supriatna mendorong model perkuliahan yang dekat dengan kultur industri.

Secara fisik dengan program teaching factory (tefa), Polinema memiliki program praktisi mengajar.

Tujuannya memberikan gambaran dan pengalaman pada mahasiswa dalam tujuan industri yang digelutinya.

APRESIASI: Direktur Polinema Ir Supriatna Adhisuwignjo ST MT  memberikan reward kepada mahasiswa berprestasi periode 2024
APRESIASI: Direktur Polinema Ir Supriatna Adhisuwignjo ST MT memberikan reward kepada mahasiswa berprestasi periode 2024

Kultur industri lain yang juga diimplementasikan berupa jam kerja dan disiplin.

Sebagai contoh, jam perkuliahan didesain sesuai jam kerja, atau pemberian peringatan bagi mahasiswa yang melakukan kesalahan.

“Kami menerapkan tingkatan dalam pemberian surat peringatan dan tingkatan sanksi seperti kultur yang ada di dunia industri,” ujarnya.

Grafis prestasi yang pernah diraih Polinema.
Grafis prestasi yang pernah diraih Polinema.

Supriatna menyebut, kurikulum yang diterapkan di Polinema juga berbasis kebutuhan industri.

Artinya, mahasiswa sebagai calon pekerja akan diminta menjadi problem solver sebuah industri.

Mereka akan diminta magang atau prakerin sekaligus mendapatkan sertifikat kompetensi.

Sehingga outputnya, mahasiswa mampu menulis tugas akhir sesuai dengan problem industri.

“Dan capaian ini ditunjukkan dengan lebih dari 60 persen lulusan kami diserap di industri pada tahun 2023,” paparnya. 

Program unggulan Polinema tak hanya bersifat dalam negeri.

Melainkan juga banyak menjalin mitra dengan luar negeri.

Mahasiswa diberikan fasilitas untuk mengakses berbagai macam program studi luar negeri.

Seperti program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) yang telah mengirim sebanyak 47 mahasiswa berprestasi Polinema di tahun 2024.

Dirinya menambahkan, Polinema mendapat banyak penghargaan dari Kemendikbudristek sebagai perguruan tinggi vokasi.

“Tentu luaran itu menjadi unggulan kami sebagai kampus vokasi,” tandas Supriatna. (ori/adn)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Komitmen #siap kerja #cetak lulusan #Politeknik Negeri Malang