MALANG KOTA – SMPN 4 Malang Gelar Open Class belajar seni tradisi lokal ludruk bersama 30 SMP Negeri di Kota Malang, Senin (30/9).
Bertempat di aula Arvegatu kegiatan ini adalah program pengimbasan yang dilakukan SMPN 4 Malang untuk mempertahankan kesenian ludruk agar tetap hidup dan dicintai generasi muda.
Diikuti perwakilan tiga siswa dan satu guru bahasa jawa SMP Kota Malang.
Sebelumnya sekolah yang beralamat di jalan Veteran No.37, Lowokwaru, Kota Malang ini mengajak siswa kelas 7 untuk Outing Class ke Mojokerto belajar kesenian ludruk pada Maret, lalu.
Kegiatan tersebut melibatkan padepokan ludruk lokal karya budaya.
Kegiatan yang dilaksanakan di area PIM (Pusat Informasi Majapahit) Mojokerto.
Siswa diajak melihat secara langsung bagaimana proses mulai awal membuat naskah, merias talent, setting camera, menjadi sutradara sampai akhirnya menjadi sebuah kesenian ludruk.
Lalu, untuk siswa kelas 8 ke Jogja mengunjungi Sendra Tari di Prambanan Ramayana Bullet.
Sama seperti kelas 7, seluruh siswa diajak untuk melihat proses mengelola sendra tari mulai awal sampai akhirnya tampil memukau di hadapan para penonton.
Pada April, seluruh siswa kelas 7 dan 8 menampilan karya seni tradisi, saat pameran karya P5 dengan mengahsilkan 18 karya ludruk.
Acara Open Class belajar seni tradisi luduruk dibuka dengan sambutan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang Suwarjana SE MM.
Dalam sambutannya Suwarjana mengapresasi inisatif luar biasa untuk nguri-nguri budaya dari SMPN Malang.
”Ide kreatifitas yang luar biasa. Harus segera di imbaskan untuk sekolah lain di Kota Malang dan perlu wadah untuk menampilkan bakat siswa tersebut agar mereka lebih cinta budaya,” jelasnya.
Dilanjutkan, penampilan Ludruk lite “Toilet umum” oleh siswa SMPN Malang.
Lalu, ada workshop bincang publik dengan tema “Bincang Sinergitas Lingkungan Belajar Positif Dukung Kearifan Lokal Ludruk”.
Acara ditutup dengan workshop Jula Juli dengan peserta guru bahasa jawa, sedangkan untuk siswa dnegan materi Penyutradaraan, Produksi dan Naskah Ludruk Bermuatan Lokal.
Kepala SMPN 4 Malang Dra Pancayani Dinihari MPd menambahkan,”semoga semangat kami melestarikan kesenian ludruk, bisa diikuti skeolah lain di Kota Malang.
Dengan kerjasama dan kolaborasi dengan Disdikbud Kota Malang kami siap untuk mengisi kegiatan di Gedung Kesenian Gajayana dengan pertunjukan ludruk hasil karya siswa Arvegatu,” tutupnya.
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana