ISTILAH setip sangat familiar di kalangan pelajar Malang zaman dulu. Yakni penghapus pensil yang terbuat dari karet.
Ada yang mengatakan istilah itu merupakan serapan dari bahasa Belanda, stuf.
Namun tidak ada literatur yang mendukung analisis semacam itu.
Tak hanya jadi penghapus, anak-anak zaman dulu juga kerap memodifikasi setip menjadi stempel.
Menggunakan pisau cutter jadul, mereka bisa membuat tulisan namanya sendiri di salah satu sisi setip.
Tintanya cukup berasal dari ballpoint.
Menurut Sejarawan dan Pemerhati Bahasa Malangan Restu Respati, setip juga ada dalam diksi Bahasa Belanda dengan ejaan yang sama.
Tapi artinya bukan penghapus.
”Setip dalam Bahasa Belanda itu pengaturan. Bisa jadi istilah ini digunakan untuk mengatur atau mengoreksi suatu tulisan,” jelasnya.
Ada versi lain yang mengatakan bahwa setip berasal dari kata stif yang memiliki arti debu.
Namun Restu menilai hal itu kurang beralasan.
”Pada Bahasa Belanda, penghapus lebih dikenal dengan sebutan gom. Jadi kemungkinan tidak berasal dari kata stif,” tutur Restu. (adk/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana