Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Menag Resmikan Pusat Studi Baru di UIN Maliki

Bayu Mulya Putra • Rabu, 12 Februari 2025 | 18:40 WIB
Menteri Agama RI Nasaruddin (tiga dari kiri) mendapat cenderamata dari Rektor UIN Malang Prof Dr H M. Zainuddin MA (tiga dari kanan) setelah meresmikan Pusat Studi Pengembangan Pesantren dan Kawasan.
Menteri Agama RI Nasaruddin (tiga dari kiri) mendapat cenderamata dari Rektor UIN Malang Prof Dr H M. Zainuddin MA (tiga dari kanan) setelah meresmikan Pusat Studi Pengembangan Pesantren dan Kawasan.

MALANG KOTA – UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang menambah satu fasilitas berupa Pusat Studi Pengembangan Pesantren dan Kawasan.

Bangunan itu diresmikan langsung Menteri Agama RI Nasaruddin di Kampus 3 UIN Malang, Senin lalu (10/2).

Selain meresmikan fasilitas baru, Nasaruddin juga menyampaikan kuliah umum.

Rektor UIN Malang Prof Dr H M. Zainuddin MA menyampaikan, Pusat Studi Pengembangan Pesantren dan Kawasan diperuntukkan bagi mahasiswa maupun dosen.

Terutama untuk pelaksanaan penelitian dan riset.

Kegiatan operasionalnya akan dilaksanakan setelah struktur definitif ditentukan.

Menurut Zainuddin, peresmian pusat studi menjadi perhatian utama pihaknya.

Sebab, pesantren adalah salah satu entitas pendidikan di Indonesia.

Selain pusat studi, Zainuddin juga menyampaikan tentang capaian UIN sampai tahun 2025.

Dia menyebut UIN berhasil mencapai visinya sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul dan bereputasi internasional.

”Itu dibuktikan dengan capaian UniRank yang mencatat UIN Malang pada peringkat pertama di antara PTKIN se-Indonesia dan masuk dalam 16 besar universitas Islam terbaik di dunia,” ucapnya.

Sementara dalam QS World University Ranking, UIN Malang menduduki peringkat 169 di Asia Tenggara.

Selain itu juga peringkat 190 di tingkat Asia.

Secara fisik, UIN Malang terus mengembangkan kampus.

Saat ini UIN memiliki tiga kampus di Jalan Gajayana, Jalan Soekarno-Hatta, dan Jalan Locari di Kota Batu.

Pengembangan yang dilakukan salah satunya berasal dari dana Rp 1 triliun.

Dana tersebut diberikan oleh Saudi Fund Development (SFD).

Pendanaan digunakan untuk membangun kampus sekaligus ma’had dengan kapasitas hingga 1.000 mahasantri.

Menag RI Nasaruddin mengapresiasi capaian UIN dalam membangun pendidikan Islam yang inklusif.

Termasuk pendirian pusat studi.

”Semoga pusat studi ini bisa menjadi wadah inovasi bagi pengembangan pesantren dan kawasan di Indonesia,” tegasnya. (mel/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#UIN Maliki #UIN Malik Malang #Kota Malang