KEPANJEN - Kualitas pendidikan di Kabupaten Malang terus ditingkatkan.
Kali ini melalui program pembentukan sekolah unggulan.
Kemarin (6/3), program sekolah unggulan diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.
Data Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang mengungkap, ada 97 SMP negeri.
Sekitar 30 SMP negeri di antaranya disiapkan menjadi sekolah unggulan.
Seperti SMPN 4 Kepanjen, SMPN 1 Wagir, dan SMPN 1 Wajak.
Sebelumnya, Bupati Malang H M. Sanusi mengatakan, program sekolah unggulan tersebut sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto.
Oleh karena itu, Pemkab Malang harus segera menyesuaikan.
“Sekolah yang kami jadikan unggulan nanti yang siswa-siswinya berjumlah lebih dari 300 pelajar dengan target nilai rata rata 90,” ujar Sanusi beberapa waktu lalu.
Selain itu, Sanusi melanjutkan, sekolah tersebut harus mengajarkan empat bahasa.
Yakni Indonesia, Inggris, Jepang, dan Mandarin.
Dia menyebut, program sekolah unggulan tersebut dapat dimonitori oleh Wakil Bupati (Wabup) Malang Lathifah Shohib yang memang berpengalaman mengurus pendidikan saat menjabat anggota DPR RI.
Salah satu tujuan dibentuk program tersebut supaya siswa-siswi Kabupaten Malang dapat melanjutkan pendidikan di Sekolah Taruna Nusantara (STN) yang salah satu sekolahnya juga ada di Kecamatan Pagak.
“Untuk masuk STN, kalau nilai kurang dari 90 ya tidak bisa. Jangan sampai kami punya STN, tapi masyarakat tidak ada yang bisa masuk ke sana,” ucapnya.
Lebih lanjut, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang Suwadji menambahkan, dengan adanya sekolah unggulan, diharapkan dapat menghasilkan peserta didik yang memiliki prestasi akademik.
Dengan nilai rata-rata 90 untuk empat mata pelajaran, yakni Matematika, IPA, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
“Di samping itu, sekolah juga harus memiliki tematik dan inovasi unggulan,” kata Suwadji.
Pejabat eselon II B Pemkab Malang itu juga mengatakan, hal lain yang menjadi pertimbangan yakni strategi sekolah dalam menegakkan dan memelihara kedisiplinan siswanya.
Program kegiatan khusus dalam pengembangan minat dan bakat siswa juga perlu diperhatikan.
Sebagai contoh, di SMPN 4 Kepanjen terdapat program kelas digital.
“Tentunya sekolah yang siap dan kami siapkan menjadi SMPN unggulan bisa menjadi contoh bagi sekolah lain,” ujar Suwadji.
Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang Zia’ul Haq menyampaikan, hal itu menjadi langkah konkret Pemkab Malang dalam upaya menuju Indonesia Emas 2045.
”Ini bukti komitmen Pemkab Malang yang concern dengan pendidikan. Tentu di dalamnya juga untuk menyiapkan generasi yang unggul,” kata dia.
Dia juga menyebut, program sekolah unggulan akan terus dilakukan pemantauan secara berkala.
Evaluasi dan monitoring pun harus dilakukan secara terukur.
”Tentu pendidikan menjadi fondasi yang sangat penting. Kami harap, ini bisa memberikan dampak signifikan bagi pendidikan di Kabupaten Malang,” pungkasnya. (yun/dan)
Editor : A. Nugroho