ISTILAH ini biasa digunakan untuk sikap seseorang yang suka menyela omongan orang lain.
Juga bisa digunakan untuk menggambarkan seseorang yang maunya menang sendiri.
Istilah nyrengkel atau cerekel dulunya populer digunakan dalam kesenian ludruk dan ketoprak.
”Biasanya kalau dalam perdebatan, orang yang suka ngomong bakal dijuluki nyrekel,” kata Dosen Sejarah Universitas Negeri Malang (UM) Dwi Cahyono.
Dia menyebut bahwa kosakata tersebut berasal dari wilayah kebudayaan Mataraman.
Namun, penggunaannya menyebar luas ke seluruh wilayah Jawa Timur melalui kesenian ketoprak dan ludruk.
”Sebenarnya melalui ketoprak dulu yang berbau Mataraman, tapi lambat laun yang di wilayah Arekan juga terpengaruh,” imbuhnya.
Populernya kata tersebut dimulai pada era 1980an sampai awal 2000an.
Namun kini sudah jarang terdengar lagi.
Khususnya di kalangan anak muda.
”Mestinya dari kalangan seniman juga menurunkan, tapi anak-anak mereka sudah tidak mengenali kata nyrekel. Bahkan di wilayah Mataraman saja sudah sulit mencarinya,” tandas dia. (biy/by)
Editor : A. Nugroho