MALANG KOTA - Satu persatu instrumen pendukung sekolah rakyat mulai disiapkan. Salah satunya perekrutan kepala sekolah (kasek) yang sudah berlangsung sejak awal Mei lalu. Saat ini ada enam guru dari Malang Raya yang sedang mengikuti seleksi. Kepala Seksi SMA dan PLPK Cabdindik Wilayah Kota Malang- Kota Batu M. Asrofi mengatakan, guru yang terseleksi berasal dari tiga daerah di Malang Raya.
Yakni SMAN 4 Kota Malang, SMA Taruna Nala, SMAN 2 Kota Batu, SMAN Kesamben yang rencananya untuk Kabupaten Malang, SMAN 5 Kota Malang, dan SMAN 6 Kota Malang. Seluruh rangkaian seleksi dilaksanakan secara online. ”Seleksinya melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM) masing-masing guru. Tujuannya untuk mencegah penipuan,” terang dia, kemarin (20/5).
Sementara untuk seleksi guru-guru, baik SMA, SMP, maupun SD belum dilaksanakan. Itu disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Tri Oky Rudianto. Dalam zoom meeting pekan lalu, Kementerian Sosial RI menyampaikan agar pemerintah daerah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan sekolah rakyat.
Salah satunya dengan ikut menyediakan guru untuk jenjang SD dan SMP. ”Jadi memang tidak semua guru dari (pemerintah) pusat,”ucapnya. Menurut Oky, sampa saat ini pihaknya masih menunggu mekanisme dari pimpinan. Sebab, kebutuhan guru untuk Kota Malang juga belum terpenuhi.
Oky mengatakan, kemungkinan bakal ada rekrutmen baru. Namun tetap sesuai persyaratan yakni berstatus PPPK dan ASN. Sementara honorer tidak bisa. ”Karena belum ada mekanismenya, kami juga sekadar melakukan pemetaan internal terkait guru- guru mana yang berpotensi untuk sekolah rakyat,” imbuh mantan Sekretaris Satpol PP Kota Malang tersebut. Terpisah, Ahmad Sulton, salah satu guru yang lolos untuk menjalani tahapan seleksi menyatakan kalau sekarang sedang berlangsung seleksi tahap dua.
Pada tahap kedua, di mendapat tes psikotes, TOEFL, dan wawancara selama satu jam. ”Untuk wawancaranya Kamis (besok) ini,” sebutnya. Sebelum sampai ke tahap dua, Sulton bersama lima guru lainnya harus bersaing dengan tiga ribu guru dari seluruh Indonesia. Kemudian mengerucut menjadi 400 guru untuk tahap kedua. Itu setelah tes secara online yang ketat. Kemudian menyetor sejumlah berkas seperti persetujuan dari sekolah hingga NRG (Nomor Registrasi Guru).
Seluruh seleksi dilaksanakan secara resmi melalui akun PMM. Sebelum itu, mereka juga mendapat edaran pengumuman bahwa berhak mengikuti seleksi sekolah guru. ”Sepengetahuan saya, kebanyakan yang diminta seleksi pernah jadi guru penggerak,” cerita guru Bahasa Inggris SMAN 4 Kota Malang tersebut. (mel/by)
Editor : A. Nugroho