Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Di Kota Malang Password SPMB Jadi Kendala, Kata Disdikbud Ternyata Daftarnya di Situs Demo

Bayu Mulya Putra • Rabu, 11 Juni 2025 | 16:44 WIB
MULAI DIBUKA: Salah satu wali murid berkonsultasi ke posko SPMB di Kantor Disdikbud Kota Malang, kemarin.
MULAI DIBUKA: Salah satu wali murid berkonsultasi ke posko SPMB di Kantor Disdikbud Kota Malang, kemarin.

 

MALANG KOTA - Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 mulai dibuka, kemarin (10/6). Meski dilaksanakan secara online, banyak orang tua pelajar yang datang ke posko di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang maupun sekolah. Tujuannya untuk konsultasi terkait akun pendaftaran.

Di Disdikbud Kota Malang, posko dibuka mulai pukul 08.00 sampai 16.00. Salah satu orang tua yang berkunjung ke posko adalah Mahmuda. Dia hendak mendaftarkan putranya yang bernama Muhammad Raihan.

Raihan adalah lulusan SDIT Ahmad Yani. ”Saya mau daftarkan anak saya ke sekolah yang dekat dengan rumah seperti SMP Negeri 5 atau SMP Negeri 20,” kata dia.

Namun pihaknya belum bisa langsung mendaftar karena belum mendapat password untuk akun pendaftaran. Padahal, dia sudah membuat akun sejak Senin lalu (9/6). ”Karena itu saya ke dinas. Di sini saya dibantu sampai mendapat password,” imbuh lelaki yang sehari-hari bekerja di Hubdam V/Brawijaya.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Malang Muflikh Adhim mengatakan, pada hari pertama memang banyak orang tua yang kebingungan karena belum mendapat password. Terutama orang tua yang hendak mendaftarkan anaknya ke jenjang SD negeri jalur domisili, afirmasi, dan mutasi.

”Juga orang tua yang mendaftarkan anaknya ke jenjang SMP negeri jalur domisili,” kata dia. Sebab, pendaftaran untuk jalur-jalur tersebut dibuka mulai 10 sampai 12 Juni.

Adhim melanjutkan, banyak orang tua yang bingung karena sebelumnya mendaftar melalui situs SPMB 2025 versi demo. Padahal situs demo sudah ditutup Senin lalu.

Untuk bisa mendaftar, orang tua harus membuka situs resmi. ”Namun mereka telanjur panik,” terang Adhim.

Alhasil, orang tua berbondong-bondong menuju posko SPMB 2025 di Disdikbud Kota Malang. Padahal jika kebingungan, orang tua bisa menemui operator di sekolah masing-masing.

Pada hari pertama kemarin, untuk jenjang SD ada 14 ribu murid yang sudah membuat akun. Hasilnya ada 11 ribu murid yang sudah menjalani verifikasi akun. Untuk jenjang SMP semua masih berproses. Sebab yang berlangsung sekarang baru jalur domisili.

Sementara jalur lain seperti mutasi, prestasi, dan mutasi berlangsung pada 13 sampai 18 Juni mendatang. Agar pendaftaran berlangsung lancar, Adhim mengimbau orang tua untuk membaca petunjuk yang tertera. Sebab pihak dinas bersama vendor juga sudah membuat situs yang baik.

Tahun lalu, banyak orang yang kebingungan karena koordinat rumah yang dimasukkan ke situs tidak tepat. Namun sekarang, begitu murid daftar akan muncul KK dan alamat.

”Lalu titik koordinat berdasar alamat bisa dimasukkan secara tepat ke kolom untuk tempat tinggal. Jika kesulitan bisa dibantu operator untuk melihat ketepatan koordinat,” tandas pejabat eselon III B Pemkot Malang itu. (mel/by)

Editor : A. Nugroho
#SPMB #disdikbud #Kota Malang #Pemkot