Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

SPMB 2025 di Malang, Titik Koordinat Jadi Kendala, Ini Kata Disdikbud

Bayu Mulya Putra • Jumat, 13 Juni 2025 | 17:19 WIB

 

HARI TERAKHIR: Sejumlah orang tua pelajar mendatangi posko SPMB di Disdikbud Kota Malang, kemarin. Sebagian besar mengeluhkan problem penempatan titik koordinat di jalur domisili.
HARI TERAKHIR: Sejumlah orang tua pelajar mendatangi posko SPMB di Disdikbud Kota Malang, kemarin. Sebagian besar mengeluhkan problem penempatan titik koordinat di jalur domisili.

MALANG KOTA - Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 jenjang SD dan SMP jalur domisili berakhir kemarin (12/6). Pada hari terakhir, orang tua yang datang ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang untuk konsultasi membeludak. Konsultasi umumnya dilakukan untuk mengurai kendala-kendala saat pendaftaran.

Dari pantauan koran ini, antrean orang tua yang datang sampai luar Posko SPMB 2025 yang disediakan disdikbud. Banyaknya yang antre karena pengajuan akun terakhir ditutup pukul 13.00. Dilanjutkan penutupan verifikasi berkas terakhir pukul 15.00, dan penutupan pendaftaran pukul 17.00.

Nimbar Wibowo, salah satu orang tua siswa mengaku sudah antre sejak pukul 08.00. Dia ditemani anak sulungnya. ”Saya datang ke dinas untuk konsultasi pendaftaran anak kedua,” kata dia. Menurut Nimbar, dia sebenarnya sudah mendaftarkan anaknya sejak 11 Juni.

Namun kesulitan saat mencoba memasukkan koordinat domisili. Titik domisili yang muncul justru di gang lain. Karena pada hari kedua masih gagal mendaftar, Nimbar mengajak anak sulungnya untuk pergi ke Disdikbud Kota Malang. ”Sekalian saya minta tolong petugas untuk mendaftarkan ke sekolah yang terdekat dengan rumah,” sambung lelaki asal Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun tersebut.

Selain Nimbar, ada Hajrah Aswad, ibu asal Kecamatan Sukun. Dia berencana mendaftarkan anaknya ke SMP. Sama seperti Nimbar, Hajrah juga kesulitan mendaftar pada jalur domisili. ”Kalau saya masalahnya karena kejauhan. Jarak rumah dengan sekolah sekitar satu kilometer,” terang dia.

Alhasil, Hajrah yang berencana mendaftar ke SMP Negeri 6, SMP Negeri 8, serta SMP Negeri 19 harus menunggu jalur lain. Yakni jalur prestasi akademik yang dibuka Senin pekan depan.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Malang Muflikh Adhin menjelaskan, selama tiga hari terakhir pihaknya menilai pelaksanaan SPMB berjalan lancar. Hanya ada ketidakcermatan dari masyarakat dalam memahami tata cara pendaftaran.

Akibatnya, banyak orang tua yang panik sehingga tidak memperhatikan langkah pendaftaran yang dilakukan sudah benar atau tidak. Selanjutnya muncul kendala dalam memasukkan koordinat dan lainnya. ”Namun secara sistem sebenarnya sudah baik,” tegas Adhim. Ditambah lagi sebelum pelaksanaan SPMB 2025, pihaknya juga sudah mengundang seluruh kepala sekolah SD maupun SMP untuk sosialisasi. (mel/by)

Editor : A. Nugroho
#kendala #SPMB #pendaftaran #disdikbud #malang