MALANG KOTA - Diklat jurnalistik di Kantor Jawa Pos Radar Malang kembali terselenggara kemarin (25/6). Sebanyak 20 guru SMA/MA se-Kota Malang dan Kota Batu mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Mereka belajar terkait penulisan sampai mengenal dunia jurnalistik.
Acara tersebut merupakan kolaborasi antara Jawa Pos Radar Malang bersama Cabang Dinas Pendidikan wilayah Kota Malang-Kota Batu. Diklat jurnalistik itu sudah terlaksana selama dua tahun berturut-turut.
Kegiatan tersebut dibuka dengan materi terkait penulisan buku. Direktur PT. Cita Intrans Selaras Wawan Sulthon Fauzi MPd jadi salah satu sosok yang membimbing para peserta. Para guru diajaknya untuk bisa mengenal jenis buku fiksi dan non fiksi sebagai dasar peserta menulis.
Wawan Sulthon juga membahas, kelemahan penulis pemula, dan struktur menulis buku. Nanti, guru yang ikut Diklat Jurnalistik wajib menulis dengan target 4 lembar.
”Sangat bangga menjadi bagian dari diklat kali ini. Karena kami bisa menulis berita secara mandiri dan difasilitasi membuat buku secara gratis,” ungkap salah satu peserta diklat dari SMAN 2 Malang Muchamad Syukron SPd.
Materi kedua diberikan Redaktur Jawa Pos Radar Malang Fajar Andre Setiawan. Materi difokuskan bagaimana peserta membuat berita yang up to date dan sesuai fakta. Untuk selanjutnya, dituangkan dalam bentuk tulisan dan dipresentasikan. Hasil dari tulisan peserta, langsung dikoreksi oleh pemateri.
Dalam Diklat Jurnalistik kali ini, karya terpilih dari para guru tidak sekadar mendapat hadiah exclusive dari Jawa Pos Radar Malang. Tulisan terbaik para peserta akan dimuat di Koran Jawa Pos Radar Malang.
Koordinator Diklat Jurnalistik Guru SMA/MA se-Kota Malang dan Kota Batu Bachtiar Eko S, berterima kasih atas partisipasi luar biasa dari peserta untuk mengikuti kegiatan tersebut. ”Semoga ke depan media sosial sekolah bisa hidup dengan narasi yang dibuat sendiri oleh para guru. Literasi di sekolah bisa lebih meningkat, dengan hadirnya buku antologi hasil karya peserta diklat,” tutupnya. (bes/gp)
Editor : A. Nugroho