KARANGANYAR – SMA Muhammadiyah 1 Malang kembali mencatatkan prestasi. Sekolah tersebut baru saja meraih penghargaan sebagai Sekolah Model Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dan Pelajar Tangguh.
Penghargaan diberikan pada pembukaan Jambore Relawan Muhammadiyah Aisyiyah ke-3 yang berlangsung di Wonder Park Tawangmangu, Karanganyar, Kamis (26/6). Penghargaan diterima langsung oleh Kepala SMA Muhammadiyah 1 Malang Dra Umi Mafrukhah didampingi Wakil Kepala Bidang Humas Muhammad Ifan Ady Winata SPd serta perwakilan siswa kelas XI Cannavaro Zufara.
Predikat sekolah model SPAB diraih bukan tanpa usaha. Sejumlah langkah konkret telah dilakukan. Mulai dari penyediaan dan peningkatan sarana prasarana yang aman dari ancaman bencana, hingga membangun sistem manajemen penanggulangan bencana yang tertata.
Sekolah juga memberdayakan Tim Siaga Bencana, menyusun protap prabencana, saat, dan pascabencana, serta menjalin kerja sama dengan lembaga-lembaga seperti MDMC, BPBD, dan Maharesigana.
Tak hanya itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi prioritas. Pelatihan kebencanaan rutin digelar dua kali setahun, termasuk simulasi bencana yang juga dilaksanakan dua kali setiap tahun. Di sisi lain, sekolah aktif dalam dakwah lingkungan, dengan terjun langsung ke kegiatan persyarikatan seperti pengelolaan sampah dan dapur umum.
Kepala SMA Muhammadiyah 1 Malang Dra Umi Mafrukhah bersyukur atas capaian tersebut. ”Semoga dengan diraihnya penghargaan sebagai Model Satuan Pendidikan Aman Bencana, sekolah terus meningkatkan level sebagai lingkungan pendidikan yang aman, tangguh terhadap bencana baik sebelum, selama, maupun sesudah bencana, dengan cara terus meningkatkan kesadaran, kemampuan, dan kesiapsiagaan seluruh warga sekolah dalam menghadapi berbagai ancaman bencana,” ujarnya. (adn)
Editor : A. Nugroho