Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sinergi Dua Kampus Unggul Perkuat Program ASEAN Eco-School di SMPN 15 Kota Malang

A. Nugroho • Senin, 29 September 2025 | 23:28 WIB
BERDAYA: Workshop di SMPN 15 Kota Malang yang menghadirkan dua pemateri dari Universitas Trunojoyo dan Universitas Muhammadiyah Malang.
BERDAYA: Workshop di SMPN 15 Kota Malang yang menghadirkan dua pemateri dari Universitas Trunojoyo dan Universitas Muhammadiyah Malang.

MALANG - Dalam upaya meningkatkan kesadaran lingkungan dan pengenalan konsep ekonomi sirkular di kalangan generasi muda, Universitas Trunojoyo bekerja sama dengan SMPN 15 kota Malang  menyelenggarakan program edukasi valorisasi sampah kantin menjadi pakan ikan.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 25 September 2025 ini diikuti oleh perwakilan siswa dan guru. Kegiatan terbagi menjadi dua sesi, yaitu workshop bagi guru tentang strategi mengintegrasikan program pengelolaan sampah ke kurikulum pendidikan, dan praktik pembuatan pakan ikan yang diikuti oleh siswa.

Kepala SMPN 15 Kota Malang, Suwaiba, S.Pd dalam sambutannya menyambut baik kegiatan ini dengan menyatakan bahwa program pengelolaan sampah menjadi pakan ikan ini dapat menjadi inovasi bagi sekolah. Yakni untuk menuju sekolah adiwiyata tingkat ASEAN. Mengingat, sejak 2024, SMPN 15 Kota Malang merupakan sekolah adiwiyata mandiri.

BERMANFAAT: Output kegiatan workshop dapat menjadi inovasi lingkungan untuk mencapai ASEAN Eco-School.
BERMANFAAT: Output kegiatan workshop dapat menjadi inovasi lingkungan untuk mencapai ASEAN Eco-School.

"Kami ingin kegiatan seperti ini meningkatkan kepedulian guru, staf dan siswa terhadap lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pencapaian sebagai sekolah adiwiyata mandiri dan berharap output kegiatan ini dapat menjadi inovasi lingkungan untuk mencapai ASEAN Eco-School,” ujarnya.

Materi workshop untuk para guru disampaikan oleh dua narasumber, yaitu Wahyu Prihanta, M.Kes dan Cahyo Indarto, Ph.D.

Pak Wahyu, sapaan akrab Wahyu Prihanta, yang merupakan dosen program studi pendidikan biologi Universitas Muhammadiyah Malang, menekankan bahwa keberlanjutan dari program pengolahan sampah ditentukan oleh tiga hal kunci. Masing-masing adalah konsistensi, kolaborasi, dan inovasi.

Menurut Wahyu, konsistensi pelaksanaan program dapat dijaga melalui pengintegrasian program pengelolaan sampah ke kurikulum sekolah melalui pembentukan ekstrakurikuler recycle club.

Tidak saja mengolah sampah menjadi produk bernilai tambah, tapi juga bernilai ekonomis. Integrasi program pengelolaan sampah ke kurikulum memberikan dampak positif menunjang pendidikan karakter siswa, melatih siswa tentang kewirausahaan hijau, membudayakan peduli lingkungan, dan memberi manfaat ekonomis.

MANDIRI: Program pengelolaan sampah menjadi pakan ikan ini dapat menjadi inovasi bagi sekolah untuk menuju sekolah adiwiyata tingkat ASEAN.
MANDIRI: Program pengelolaan sampah menjadi pakan ikan ini dapat menjadi inovasi bagi sekolah untuk menuju sekolah adiwiyata tingkat ASEAN.

Kemitraan antara masyarakat, sekolah, perguruan tinggi dan pemerintah adalah sebuah keniscayaan untuk menciptakan inovasi sehingga kolaborasi yang telah terjalin antara Universitas Trunojoyo, Universitas Muhammadiyah Malang, dan SMPN 15 kota Malang perlu dikembangkan lebih luas. Hal ini untuk menjangkau unsur masyarakat, misalnya wali murid dan komite sekolah.

Dampak dari kolaborasi tersebut di antaranya dapat menciptakan dan membudayakan inovasi, baik dalam pengelolaan sampah di sekolah atau kegiatan lainnya.

“Keberhasilan pengolahan sampah menjadi pakan ikan dapat menjadi branding sekolah yang meningkatkan kepercayaan masyarakat dan memperkuat posisi sekolah untuk menjadi role model sekolah berkelanjutan di Kota Malang dan menuju ASEAN Eco-School,” ujar Wahyu menutup materinya.

 

Pemateri kedua, Cahyo Indarto, Ph.D yang merupakan dosen Teknologi Industri Pertanian, Universitas Trunojoyo, menyampaikan materi tentang teknologi enzim. Teknologi ini merupakan bahan krusial dalam pengolahan sampah organik kantin menjadi pakan ikan.

Cahyo mengatakan teknologi enzim yang dikembangkan oleh tim yang dipimpinnya bersumber dari nanas. Teknologi ini berfungsi untuk memecah kandungan unsur karbohidrat yang banyak terkandung di sampah organik sehingga pakan ikan yang dihasilkan menggunakan campuran enzim lebih mudah diserap oleh tubuh ikan.

Selain sampah organik, dia mengatakan pakan ikan yang dihasilkan juga memanfaatkan limbah darah RPH sebagai penambah protein bagi ikan yang dikonversi menjadi tepung darah.

Yakni dengan penambahan enzim yang berfungsi untuk memotong ikatan protein kompleks menjadi protein sederhana sehingga lebih mudah untuk diserap oleh tubuh ikan.

Dampaknya, lanjut Cahyo, penggunaan pakan menjadi lebih efisien yang berpengaruh pada kesehatan lingkungan air karena minim pakan yang terbuang sehingga timbulan amoniak tereduksi.

“Limbah darah mengandung protein tinggi walaupun berbau dan kotor, namun dengan teknologi enzim yang kami kembangkan, limbah tersebut dapat menjadi pembeda pakan ikan yang kita (tim adiwiyata SMPN 15 Kota Malang dan tim riset Universitas Trunojoyo) hasilkan,” ujar Cahyo.

Workshop serupa juga dilaksanakan pada tingkat siswa dalam bentuk praktik pembuatan pelet ikan dari sampah organik yang disampaikan oleh mahasiswa yang tergabung dalam program MBKM riset.

Penyampaian materi pembuatan pelet ikan disampaikan dengan metode praktik langsung. Dalam kesempatan ini, setiap siswa diberikan bahan baku yang sama dengan mengikuti arahan dari mahasiswa.

Aini Zakiyyah, M.Pd, Ketua Kader Adiwiyata SMPN 15 Kota Malang menyatakan sangat terbantu dengan hadirnya program pengolahan sampah organik menjadi pelet ikan karena memberikan refreshment bagi program adiwiyata sekolah,

“Kami berterima kasih karena program ini memberikan refreshment program adiwiyata kami baik bagi para guru dan juga siswa. Kami berharap semangat ini terus berlanjut untuk maraton perjalanan menuju ASEAN Eco-School,” ujarnya.

Arief, Ketua Tim Pemberdayaan Masyarakat Valorisasi Sampah Kantin menjadi Pelet Ikan di SMPN 15 Kota Malang menekankan bahwa keberhasilan program pelaksanaan pemberdayaan masyarakat ini juga berkat dukungan penuh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. Dukungan itu diwujudkan melalui pendanaan BIMA pada skema pemberdayaan kemitraan masyarakat.

“Kolaborasi yang terselenggara antara Universitas Trunojoyo, Universitas Muhammadiyah Malang, dan SMPN 15 Kota Malang dapat terjalin erat berkat dukungan Pemerintah melalui Kemendiktisaintek,” tandas Arief.

Editor : A. Nugroho
#malang #SMPN 15 Malang #Universitas #Sampah