KEPANJEN - Bupati Malang H M. Sanusi bakal mengalokasikan anggaran khusus untuk reward kepada SMP-SMP yang berprestasi secara akademik. Utamanya sekolah yang siswa-siswinya berhasil memperoleh nilai rata-rata 90 ke atas di empat pelajaran. Yakni matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.
Seperti diberitakan, pada tahun pelajaran 2024/2025, terdapat 4.987 siswa-siswi SMP yang mendapat nilai tersebut. Dari jumlah tersebut, 10 SMP menjadi penyumbang siswa-siswi terbanyak. Yakni SMPN 4 Kepanjen, SMPN 2 Sumberpucung, SMPN 1 Lawang, SMPN 1 Ampelgading, SMPN 1 Kepanjen, dan SMPN 3 Singosari.
Selanjutnya ada SMPN 6 Singosari, SMP Sunan Kalijogo 2 Jabung, SMP Sunan Giri Wagir, dan SMP NU Bululawang. ”Nanti 10 sekolah itu kami belikan mobil. Penganggarannya masuk perencanaan APBD 2026. Satu sekolah satu mobil. Bagi sekolah yang sudah pernah mendapatkan (mobil), tidak akan menerima lagi,” kata ucap Sanusi.
Namun, dia belum bisa memastikan budget untuk masing-masing mobil. Sebab, pihaknya masih akan memperhatikan kekuatan APBD Kabupaten Malang tahun depan. ”Dulu itu tidak ada yang nilai rata-ratanya 90 ke atas. Rata-ratanya masih 70 sampai 80. Ke depan, saya berharap ada 10 ribu anak yang rata-ratanya minimal 90,” ucap orang nomor satu di lingkungan Pemkab Malang itu.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang Suwadji menyampaikan, mobil tersebut dapat dimanfaatkan sekolah untuk kegiatan operasional. Termasuk sebagai akomodasi jika ada lomba di luar kecamatan bahkan kabupaten. ”Jika sudah terealisasi, nanti akan kami susun ketentuan-ketentuannya,” kata pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.
Sementara itu, untuk menjaga konsistensi, pihaknya terus berupaya meningkatkan kompetensi guru. Dia menyebut, peningkatan kompetensi guru tersebut dilaksanakan melalui berbagai kegiatan. Mulai dari pelatihan, bimbingan teknis (bimtek), sarasehan, forum diskusi tentang pendidikan bermutu, lomba-lomba terkait inovasi belajar, karya tulis, dan keterampilan tepat guna. Juga ada pemberian beasiswa untuk pendidikan lanjutan. (yun/by)
Editor : A. Nugroho