Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

655 Sekolah di Malang Kota Terima Papan Interaktif Digital

Aditya Novrian • Senin, 20 Oktober 2025 | 17:21 WIB
MODERN: Guru SD Islam Sabilillah Malang menjelaskan materi pembelajaran kepada murid menggunakan papan interaktif digital.
MODERN: Guru SD Islam Sabilillah Malang menjelaskan materi pembelajaran kepada murid menggunakan papan interaktif digital.

MALANG KOTA – Sebanyak 655 sekolah segera menerima papan interaktif digital atau interactive flat panel (IFP) dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Distribusi perangkat pembelajaran digital itu diperkirakan dimulai pada November mendatang.

Kepala Seksi Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Muflikh Adhim menyebut seluruh sekolah mulai jenjang TK, SD, hingga SMP telah menyatakan kesediaan menerima perangkat tersebut melalui aplikasi Dapodik. ”Setiap sekolah akan mendapatkan satu unit IFP. Penggunaannya kami serahkan pada masing-masing satuan pendidikan,” ujarnya, kemarin (12/10).

Meski begitu, kesiapan guru dan tenaga kependidikan menjadi perhatian utama. Sebab belum semua mampu mengoperasikan perangkat digital itu secara optimal. Untuk itu, Disdikbud akan menggelar pelatihan penggunaan IFP yang dibagi dalam empat sesi bagi guru TK, SD, dan SMP. Pelatihan mencakup pengoperasian dasar hingga pembuatan modul pembelajaran yang terintegrasi dengan IFP.

Sebagai langkah awal, SD Islam Sabilillah Malang ditunjuk sebagai sekolah percontohan penerapan IFP. Sekolah tersebut sudah menggunakan perangkat serupa sejak 2022 dan kini memiliki 30 kelas dengan papan interaktif aktif digunakan dari kelas 1 hingga 6.

Kepala SD Islam Sabilillah Qoniah Agustina menjelaskan, penggunaan IFP membawa perubahan besar dalam proses belajar mengajar. ”Guru lebih mudah menampilkan materi dalam bentuk visual, video, atau tautan internet. Anak-anak juga jadi lebih aktif dan fokus,” terangnya.

Ia menambahkan, untuk jenjang kelas 4 hingga 6, pembelajaran di Sabilillah sudah terintegrasi dengan laptop dan tablet siswa. Menurutnya, penerapan teknologi digital membuat suasana belajar lebih interaktif, kolaboratif, dan bermakna. ”Anak-anak lebih termotivasi karena pelajaran disajikan secara menarik dan mudah dipahami,” ujarnya. (aff/adn)

Editor : A. Nugroho
#IFP #disdikbud kota malang #kemendikdasmen