PAGAK- SMA Taruna Nusantara bertekad terus berkembang ke depan. Sekolah yang berada di Desa Gampingan, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang itu tidak berpuas diri dengan prestasi yang ditorehkan saat ini. Kepala SMA Taruna Nusantara Brigjen TNI M Mahbub Junaedi bertekad menjadikan sekolah yang dia pimpin berdaya saing internasional.
Demi mewujudkan target tersebut, Mahbub sudah mempunyai rencana jangka panjang. Selama empat tahun ke depan, akan menerapkan beberapa langkah strategis. ”Selama ini, paradigma yang beredar adalah (SMA Taruna Nusantara) sekolah dengan vibes TNI-Polri-Sekolah Kedinasan. Kami akan munculkan paradigma baru dengan vibes sekolah kedinasan dan international boarding school,” kata Mahbub.
Berdiri sejak tahun 2024, SMA Taruna Nusantara di Pagak adalah cabang dari Sekolah dengan nama serupa di Magelang. Yang juga punya cabang di Kota Cimahi, Jawa Barat. Total, sekarang ada 240 murid di sana. Memiliki asrama, empat gedung kelas, dan fasilitas olahraga yang lengkap.
Mempunyai visi sebagai sekolah unggulan berciri nusantara, membentuk pemimpin bangsa berkualitas, dan berkarakter. Memiliki wawasan kebangsaan, perjuangan, serta kebudayaan. Berdaya saing nasional maupun global.
Mahbub menyiapkan rencana strategis empat tahun ke depan mulai 2025 sampai 2029, dengan 5 sasaran utama. Pertama, masuk dalam program sekolah garuda dan memperoleh akreditasi nasional dan internasional. Kedua, menjadi sekolah dengan peringkat 10 versi Kemendikbud, Perpusnas, UTBK, dan SNBP.
”Minimal 30 persen guru bersertifikasi global dan minimal 50 persen siswa mendapat portofolio internasional seperti IELTS, TOEFL, kompetisi, pertukaran pelajar dan virtual exchange sehingga memperoleh Beasiswa Internasional,” sebut dia. Sasaran berikutnya, mendorong siswa mendapat pendidikan lanjutan seperti kedinasan TNI-Polri, masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN), dan Perguruan Tinggi Luar Negeri. Terakhir, sasarannya adalah asrama dan lingkungan sekolah yang bersertifikasi hijau.
Hal-hal yang akan dilakukan antara lain: melanjutkan pembangunan sarana dan prasarana seperti gedung kelas, perpustakaan, dan laboratorium kreativitas. Lalu, menerapkan kurikulum nasional bagi yang ingin melanjutkan sekolah kedinasan dan internasional seperti International Baccalaureate (IB) dan Cambridge untuk siswa yang ingin melanjutkan kuliah. ”Kami juga akan melakukan penguatan penggunaan bahasa asing. Seperti Inggris, Mandarin, Perancis, Arab, dan Jepang. Juga membangun tradisi Home Of Champion dengan siswa mengikuti kompetisi dan konferensi internasional,” ujar Mahbub. (biy/gp)
Editor : A. Nugroho